RADAR MALIOBORO - Tidur di lantai sering dianggap sebagai kebiasaan yang merugikan kesehatan.
Banyak orang percaya bahwa tidur di permukaan yang keras dapat menyebabkan paru-paru basah.
Namun, penelitian terbaru menunjukkan bahwa anggapan ini mungkin lebih merupakan mitos daripada fakta.
Pakar kesehatan menyatakan bahwa paru-paru basah, atau pneumonia, disebabkan oleh infeksi bakteri atau virus, bukan oleh tempat tidur.
Ketika seseorang tidur di lantai, risiko terkena infeksi dapat meningkat jika lingkungan tidur tidak bersih atau jika sistem kekebalan tubuh sedang lemah.
Oleh karena itu, kebersihan dan kesehatan secara keseluruhan lebih berpengaruh daripada posisi tidur itu sendiri.
Tidur di lantai sebenarnya memiliki beberapa keuntungan.
Permukaan yang keras dapat membantu menjaga postur tubuh yang baik dan mengurangi risiko nyeri punggung.
Namun, kenyamanan tetap harus diperhatikan.
Kasur yang terlalu empuk atau posisi tidur yang tidak tepat juga dapat menyebabkan masalah kesehatan.
Dalam kesimpulannya, tidur di lantai tidak secara langsung menyebabkan paru-paru basah.
Kebersihan dan kondisi kesehatan individu lebih berperan dalam menentukan risiko terkena penyakit.
Masyarakat diimbau untuk tidak langsung percaya pada mitos ini dan lebih fokus pada cara menjaga kesehatan secara umum. *
(Ndayu Fulandari) berbagai sumber
Editor : Iwa Ikhwanudin