RADAR MALIOBORO - Tidur dalam kondisi marah atau sedih ternyata bisa berdampak negatif bagi kesehatan.
Emosi negatif yang tidak dikelola sebelum tidur dapat memengaruhi kualitas tidur seseorang.
Hal ini juga berisiko menimbulkan dampak kesehatan yang lebih serius.
Tidur seharusnya menjadi waktu untuk tubuh dan pikiran beristirahat, namun jika seseorang tidur dalam keadaan marah atau sedih, otak cenderung tetap aktif memproses emosi negatif tersebut.
Keadaan ini berpotensi mengganggu siklus tidur, sehingga tidur yang didapat tidak nyenyak atau berkualitas.
Kualitas tidur yang buruk dalam jangka panjang dapat menyebabkan masalah kesehatan seperti kelelahan kronis, gangguan suasana hati, hingga risiko penyakit jantung.
Selain itu, tidur dalam keadaan stres atau sedih dapat memicu produksi hormon kortisol atau hormon stres.
Peningkatan hormon kortisol yang berlebihan dapat mengganggu fungsi tubuh, termasuk menurunkan daya tahan tubuh dan meningkatkan risiko tekanan darah tinggi.
Ahli kesehatan menyarankan agar emosi negatif dikelola sebelum tidur.
Salah satu caranya adalah dengan melakukan relaksasi, seperti meditasi atau berbicara dengan seseorang yang dipercaya.
Dengan mengelola emosi, kualitas tidur yang baik akan lebih mudah dicapai dan risiko gangguan kesehatan pun dapat ditekan.
Baca Juga: Bagaimana Menjadi Pemimpin yang Baik untuk Gen Y dan Z?
Maka dari itu, sangat penting untuk menghindari tidur dalam kondisi marah atau sedih demi kesehatan fisik dan mental yang lebih baik. *
(Ndayu Fulandari) berbagai sumber
Editor : Iwa Ikhwanudin