RADAR MALIOBORO - Menjaga tubuh tetap terhidrasi selama puasa adalah hal yang sangat penting, terutama karena tubuh tidak mendapatkan asupan cairan selama lebih dari 12 jam. Banyak orang mencoba berbagai cara agar tetap segar dan tidak cepat haus, salah satunya dengan mengonsumsi minuman elektrolit saat sahur. Namun, benarkah minuman ini efektif dalam menjaga tubuh dari dehidrasi selama puasa?
Minuman elektrolit adalah minuman yang mengandung natrium, kalium, magnesium, kalsium, serta mineral lain yang membantu menjaga keseimbangan cairan dalam tubuh. Biasanya, minuman ini digunakan untuk menggantikan elektrolit yang hilang akibat aktivitas berat, seperti olahraga atau diare.
Minuman elektrolit tersedia dalam berbagai bentuk, seperti minuman isotonik, air kelapa, serta larutan oralit. Beberapa produk komersial juga mengandung gula dan tambahan rasa untuk meningkatkan cita rasa.
Adalah fakta apabila minuman elektrolit dapat membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh, tetapi apakah itu cukup efektif untuk mencegah dehidrasi selama puasa?
Pertama, elektrolit seperti natrium dan kalium membantu tubuh menahan lebih banyak cairan, sehingga dapat memperlambat proses dehidrasi. Jika diminum saat sahur, minuman ini bisa membantu menjaga hidrasi lebih lama dibandingkan air putih biasa. Kedua, mencegah ketidakseimbangan elektrolit. Puasa yang panjang, terutama di daerah dengan suhu panas, bisa menyebabkan tubuh kehilangan elektrolit melalui keringat. Minuman elektrolit bisa membantu menjaga keseimbangan mineral dalam tubuh, sehingga mengurangi risiko kelelahan dan kram otot.
Namun, minuman elektrolit tidak menggantikan air putih sepenuhnya. Meskipun bermanfaat, minuman elektrolit tidak bisa sepenuhnya menggantikan air putih. Mengonsumsi terlalu banyak minuman elektrolit, terutama yang mengandung gula tinggi, justru bisa menyebabkan lonjakan gula darah dan meningkatkan rasa haus. Oleh karena itu, tetap penting untuk mengonsumsi air putih dalam jumlah yang cukup saat sahur dan berbuka.
Jadi, kita tetap perlu memperhatikan kandungan gula.
Beberapa minuman elektrolit komersial mengandung gula dalam jumlah tinggi.
Jika dikonsumsi berlebihan, ini bisa menyebabkan haus berlebih dan penurunan energi secara cepat.
Pilihan yang lebih sehat adalah air kelapa alami atau minuman isotonik rendah gula.
Baca Juga: Makanan Khas Korea yang Mirip di Drakor, Ternyata Ada di Sarangeui Oppa Jogja
Mengonsumsi minuman elektrolit saat sahur bisa membantu menjaga keseimbangan cairan tubuh dan memperlambat dehidrasi, tetapi tidak wajib untuk semua orang.
Jika aktivitas sehari-hari tidak terlalu berat, minum cukup air putih dan mengonsumsi makanan kaya elektrolit seperti buah-buahan, sayuran, dan kurma sudah cukup untuk menjaga hidrasi selama puasa.
Jika ingin mencoba minuman elektrolit, pilihlah yang rendah gula dan kombinasikan dengan air putih agar tubuh tetap terhidrasi dengan baik.
Dengan pola makan dan minum yang tepat saat sahur, tubuh bisa tetap segar dan bertenaga sepanjang hari selama Ramadhan.
(Adinda Tyas Ramadhani)
Sumber: Berbagai sumber
Editor : Iwa Ikhwanudin