Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Jangan Lupa Minum Obat Tambah Darah, Langkah Kecil untuk Cegah Anemia

Iwa Ikhwanudin • Selasa, 21 Oktober 2025 | 14:20 WIB
Ilustrasi kapsul obat tambah darah. (AI Generate)
Ilustrasi kapsul obat tambah darah. (AI Generate)

RADAR MALIOBORO – Sering merasa lemas, cepat capek, atau pucat? Bisa jadi tubuh Anda sedang kekurangan zat besi, nutrisi penting yang berperan dalam pembentukan hemoglobin, yaitu protein pembawa oksigen di dalam darah.

Khusus bagi perempuan usia reproduksi, kebutuhan zat besi jauh lebih tinggi dibanding laki-laki karena menstruasi, kehamilan, dan menyusui.

Kenapa perempuan lebih rentan kekurangan zat besi?

Menurut penelitian, perempuan usia reproduksi menghadapi risiko lebih tinggi terhadap kekurangan zat besi (iron deficiency, ID) dan anemia defisiensi besi (iron deficiency anaemia, IDA).

Kondisi ini bukan sekadar membuat tubuh lemah, tapi juga bisa memengaruhi fungsi fisik, konsentrasi, suasana hati, hingga kesehatan ibu dan bayi saat hamil.

Berikut beberapa penyebab utama kekurangan zat besi:

1. Kehilangan darah saat menstruasi

Setiap bulan, perempuan kehilangan darah dan zat besi selama menstruasi. Jika asupan tidak mencukupi, cadangan besi tubuh perlahan menurun.

2. Kebutuhan zat besi yang lebih tinggi

Masa remaja, kehamilan, dan menyusui meningkatkan kebutuhan zat besi karena tubuh sedang tumbuh atau membentuk jaringan baru.

3. Gejala awal sering diabaikan

Baca Juga: Bahaya dan Efek Samping Minum Kopi Secara Berlebihan yang Perlu Diwaspadai

Kekurangan zat besi bisa menimbulkan kelelahan, sesak napas ringan, sulit fokus, hingga mood swing, gejala yang kerap dianggap “capek biasa.”

4. Cadangan zat besi menipis tanpa disadari

Walau kadar hemoglobin tampak normal, ferritin (penyimpan besi tubuh) bisa rendah. Itulah kenapa pencegahan dan pemantauan terhadap zat besi sangat penting.

Siapa yang perlu minum obat tambah darah atau suplemen zat besi?

Menurut pedoman World Health Organization (WHO), suplementasi zat besi direkomendasikan bagi:

1. Perempuan usia reproduksi (remaja dan dewasa) yang masih mengalami menstruasi.

2. Populasi dengan prevalensi anemia ≥ 40%.

3. Perempuan dengan faktor risiko tambahan seperti menstruasi berat, hamil, donor darah rutin, atlet wanita, atau diet rendah besi.

Dosis suplemen zat besi yang direkomendasikan berdasarkan panduan WHO:

1. Dosis harian: 30–60 mg zat besi elemental.

2. Durasi: Diberikan setiap hari selama ±3 bulan per tahun sebagai langkah pencegahan di daerah dengan prevalensi anemia tinggi.

3. Jika sudah terdiagnosis anemia defisiensi besi, dosis dan durasi bisa berbeda sesuai anjuran dokter.

Cara tepat minum obat tambah darah agar terserap optimal:

1. Minum saat perut agak kosong atau bersama makanan ringan.

2. Hindari diminum bersamaan dengan teh, kopi, atau susu karena bisa menghambat penyerapan zat besi.

3. Kombinasikan dengan makanan tinggi vitamin C (seperti jus jeruk, paprika, stroberi) untuk membantu penyerapan besi non-heme.

4. Jika muncul efek samping seperti mual atau sembelit, coba dosis lebih kecil, minum bersama makanan, atau jadwal selang sehari.

Ingat: suplemen perlu dikonsumsi cukup lama agar cadangan besi (ferritin) terisi kembali, bukan hanya menaikkan kadar hemoglobin sementara.

Lalu, apa saja manfaat rutin mengonsumsi obat tambah darah?

Penelitian menunjukkan bahwa suplementasi zat besi dapat meningkatkan kadar hemoglobin dan cadangan besi tubuh, mengurangi risiko anemia serta gejala kelelahan kronis.

Selain itu, rutin mengonsumsi obat tambah darah dapat meningkatkan performa fisik dan konsentrasi pada wanita, termasuk yang tidak mengalami anemia.

Efek samping dan hal yang perlu diperhatikan:

1. Efek samping ringan yang mungkin muncul dari mengonsumsi obat tambah darah di antaranya mual, konstipasi, diare, atau rasa logam di mulut.

2. Tidak semua perempuan memerlukan suplemen. Jika kadar besi tubuh normal, konsumsi rutin sebaiknya dikonsultasikan ke dokter.

3. Pastikan penyebab anemia benar-benar karena kekurangan besi, bukan defisiensi vitamin B12 atau penyakit kronis.

4. Hindari konsumsi berlebihan tanpa pengawasan medis, karena bisa menyebabkan kelebihan besi (iron overload), meskipun jarang.

Minum obat tambah darah atau suplemen zat besi bukan hanya dilakukan saat sudah merasa lemas, tetapi juga sebagai langkah pencegahan bagi perempuan sebelum terkena potensi penyakit yang lebih serius.

Jadi, yuk mulai perhatikan asupan zat besi Anda dari sekarang!

(Maulina)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#darah #kekurangan #zat besi #anemia