RADAR MALIOBORO - Cuaca panas ekstrem yang melanda sejumlah wilayah di Indonesia beberapa hari terakhir membuat banyak orang merasa cepat lelah dan rentan mengalami dehidrasi.
Para ahli kesehatan mengimbau masyarakat untuk lebih waspada terhadap dampak suhu tinggi terhadap tubuh dan menjaga kebugaran agar tetap fit menjalani aktivitas sehari-hari.
Saat suhu lingkungan tinggi, tubuh meningkatkan produksi keringat guna menurunkan suhu inti tubuh melalui pendinginan evaporatif.
Namun, bila cairan tubuh tidak diganti cukup cepat, risiko dehidrasi meningkat.
Suhu panas yang berlebihan dapat memicu kelelahan, dehidrasi, hingga heatstroke jika tubuh tidak mendapatkan cukup cairan.
Ketika cuaca sangat panas, tubuh mengeluarkan lebih banyak keringat untuk menjaga suhu normal.
Jika asupan cairan tidak cukup, tubuh bisa kehilangan elektrolit penting.
Berikut beberapa cara untuk menjaga tubuh tetap fit saat cuaca panas:
1. Perbanyak minum air putih
Konsumsi air minimal 2–3 liter per hari.
Hindari minuman berkafein atau bersoda karena dapat mempercepat kehilangan cairan tubuh.
Minum air secara berkala (misalnya setiap 15–20 menit) ketika berada di lingkungan panas.
Baca Juga: Museum Mbah Maridjan, Jejak Pengabdian Sang Penjaga Merapi yang Tak Pernah Padam
2. Konsumsi buah dan sayur
Konsumsi buah-buahan yang memiliki banyak kadar air, seperti semangka, melon, jeruk, dan mentimun memiliki kadar air tinggi yang membantu menjaga hidrasi dan memberi energi alami.
3. Gunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat
Pilih pakaian berbahan katun dan berwarna terang agar panas tidak terserap berlebihan.
Hindari pakaian ketat yang menghambat sirkulasi udara.
4. Kurangi akltivitas di luar ruangan saat puncak panas dan gunakan pendinginan aktif
Waktu paling panas biasanya antara pukul 11.00–15.00.
Jika memungkinkan, hindari aktivitas berat di luar rumah pada jam tersebut.
Gunakan juga strategi pendinginan seperti kipas angin, semprotan air, pakaian basah, atau vest pendingin bila memungkinkan.
Riset strategi manajemen panas (cooling strategies) turut membahas pendekatan psikofisiologis untuk performa optimal di panas.
5. Jaga pola makan dan istirahat yang cukup
Asupan gizi seimbang dan tidur minimal 7 jam setiap malam membantu memperkuat daya tahan tubuh terhadap perubahan cuaca ekstrem.
menghadapi cuaca panas ekstrem tidak cukup hanya dengan menambah asupan air, tetapi juga memerlukan strategi menyeluruh, mulai dari pola hidup sehat, adaptasi bertahap terhadap suhu tinggi, hingga pemantauan kondisi tubuh secara berkala.
(Alya Amirul Khasanah)