RADAR MALIOBORO — Es teh menjadi salah satu minuman paling populer di Indonesia. Rasanya yang manis dan menyegarkan membuatnya selalu jadi pilihan banyak orang, terutama saat cuaca panas. Namun, di balik kesegarannya, konsumsi es teh setiap hari ternyata bisa membawa dampak buruk bagi kesehatan.
Bahaya utama datang dari kandungan gula tinggi yang sering ditambahkan ke dalam es teh. Dalam satu gelas es teh manis, bisa terkandung hingga 8–10 sendok teh gula. Jika diminum setiap hari, asupan gula berlebih dapat memicu berbagai masalah seperti obesitas, diabetes tipe 2, hingga gangguan jantung.
Selain itu, teh mengandung kafein dan tanin. Bila dikonsumsi berlebihan, kedua zat ini bisa mengganggu penyerapan zat besi dalam tubuh, menyebabkan anemia, serta menimbulkan gangguan lambung seperti maag atau perih di perut. Kandungan oksalat pada teh juga bisa meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal, terutama jika seseorang kurang minum air putih.
Meski begitu, teh tidak sepenuhnya berbahaya. Teh tanpa gula yang diminum dalam jumlah wajar justru memiliki manfaat karena mengandung antioksidan yang dapat melawan radikal bebas dan menjaga kesehatan jantung.
Ahli kesehatan menyarankan untuk membatasi konsumsi es teh manis maksimal dua hingga tiga kali seminggu. Sebagai gantinya, pilih teh tawar atau infused water yang lebih menyehatkan.
(Dela Apriyanti)
Editor : Iwa Ikhwanudin