Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mana yang Lebih Efektif Membakar Kalori: Berjalan atau Berlari?

Bahana. • Senin, 17 November 2025 | 21:36 WIB

Photo
Photo

RADAR MALIOBORO - Banyak orang ingin mulai olahraga tapi bingung harus pilih yang mana: jalan cepat atau lari. Keduanya sama-sama mudah dilakukan, nggak butuh alat, dan bisa dilakukan kapan saja.

Tapi kalau fokusnya ke “paling efektif bakar kalori”, ada beberapa hal yang perlu dibandingkan.

Secara umum, berlari membakar kalori lebih banyak dalam waktu yang sama. Tubuh bekerja lebih keras, detak jantung lebih tinggi, dan energi yang dikeluarkan lebih besar.

Rata-rata, berlari dapat membakar dua kali lipat kalori dibanding berjalan pada durasi yang setara.

Misalnya, lari 30 menit bisa membakar sekitar 250–450 kalori tergantung kecepatan dan berat badan, sedangkan berjalan cepat biasanya berada di kisaran 120–250 kalori.

Namun efektivitas bukan cuma soal angka. Berlari memang cepat hasilnya, tapi nggak semua orang cocok.

Risiko cedera lebih tinggi, terutama pada lutut, pergelangan kaki, dan pinggul. Apalagi bagi pemula atau yang jarang olahraga, berlari terlalu cepat justru bikin cepat lelah dan akhirnya berhenti di tengah jalan.

Sementara itu, berjalan lebih ramah untuk tubuh. Bebannya lebih ringan, risiko cedera rendah, dan bisa dilakukan lebih lama.

Karena intensitasnya moderat, banyak orang bisa jalan kaki 40–60 menit tanpa merasa tertekan.

Secara total, durasi panjang inilah yang akhirnya tetap bisa membakar banyak kalori.

Bahkan beberapa penelitian menunjukkan, jalan cepat secara konsisten bisa memberikan efek penurunan berat badan yang stabil dan lebih mudah dipertahankan.

Selain itu, berjalan cenderung lebih fleksibel. Bisa dilakukan sambil mendengarkan musik, menelepon, atau sekadar jalan santai keliling kompleks.

Banyak orang yang menjadikan jalan cepat sebagai rutinitas harian karena tidak terasa terlalu “berat”.

Sementara berlari lebih membutuhkan energi, pemanasan, dan kondisi tubuh yang lebih siap.

Dari sisi metabolisme, berlari meningkatkan afterburn effect tubuh tetap membakar kalori setelah olahraga selesai.

Ini jarang terjadi pada berjalan. Jadi kalau targetnya ingin hasil lebih cepat dan metabolisme meningkat, lari memang lebih unggul.

Kesimpulannya, berlari lebih efektif untuk membakar kalori dalam waktu singkat, tapi berjalan lebih aman, lebih mudah dipertahankan, dan tetap membantu penurunan berat badan jika dilakukan rutin.

Pilihannya kembali ke kebutuhan dan kondisi tubuh masing-masing. Kalau tubuh siap tantangan, lari bisa jadi pilihan.

Tapi kalau ingin olahraga tanpa tekanan, jalan kaki bisa jadi teman terbaik.

Yang terpenting bukan seberapa cepat olahraga itu membakar kalori, tapi seberapa konsisten kita bisa menjalaninya setiap hari.

Penulis Naela Alfi Syahra

Editor : Bahana.
#Berjalan #berlari #bakar kalori