RADAR MALIOBORO - Susu sapi dikenal sebagai salah satu minuman bergizi tinggi yang banyak dikonsumsi masyarakat.
Kandungan nutrisinya yang lengkap membuat susu menjadi sumber energi dan zat gizi penting bagi berbagai kalangan usia.
Dalam satu cangkir susu murni, terdapat bermacam-macam nutrisi seperti protein, lemak, kalsium, vitamin D, vitamin A, vitamin B12, magnesium, fosfor, selenium, serta kalori yang dibutuhkan tubuh.
Kombinasi nutrisi tersebut menjadikan susu penting untuk menjaga kesehatan tulang dan metabolisme tubuh.
Namun meskipun demikian, kandungan gizi dalam susu dapat menurun apabila penyimpanannya tidak dilakukan dengan benar.
Beberapa faktor yang dapat merusak kualitas susu antara lain paparan sinar matahari langsung, penyimpanan di suhu ruang terlalu lama, hingga kerusakan pada kemasan.
Maka dari itu, inilah cara menyimpan susu segar dengan baik.
- Suhu penyimpanan ideal untuk susu segar berada pada kisaran 0-4 derajat Celcius.
- Pada suhu tersebut, susu dapat mempertahankan kualitasnya lebih lama serta terhindar dari perubahan rasa dan bau.
- Susu juga harus segera dimasukkan ke dalam lemari pendingin setelah dibeli.
- Penyimpanan yang tepat dapat membantu menjaga nutrisi susu serta mencegah pertumbuhan bakteri yang berbahaya bagi kesehatan.
- Kamu juga perlu memperhatikan tanggal kadaluarsa yang tertera pada kemasan.
- Tanggal tersebut hanya berlaku selama susu belum dibuka, sehingga sering kali menimbulkan salah persepsi.
- Karena setelah kemasan susu dibuka, daya tahan susu menjadi jauh lebih singkat.
- Susu yang dibiarkan pada suhu ruang hanya aman dikonsumsi dalam waktu sekitar dua jam. Sementara itu, jika disimpan di lemari pendingin, susu dapat bertahan hingga tiga hari setelah dibuka.
- Untuk susu yang belum dibuka tetapi sudah disimpan dalam lemari pendingin pada suhu 0-4 derajat Celcius, umumnya produk tersebut masih dapat dikonsumsi hingga tiga sampai empat hari setelah kemasan dibuka.
Dengan memahami cara penyimpanan yang tepat, masyarakat dapat menikmati manfaat susu secara optimal tanpa khawatir akan penurunan kualitas.
Pemerhati kesehatan berharap informasi ini dapat meningkatkan kesadaran konsumen terhadap keamanan pangan sehari-hari. (Zulaihatul Asfia)
Editor : Meitika Candra Lantiva