RADAR MALIOBORO - Buat banyak orang bertubuh kurus, bulking sering dianggap sebagai ajang balas dendam untuk makan apa saja sebanyak-banyaknya. Padahal, cara seperti ini justru berisiko bikin berat badan naik yang didominasi oleh lemak saja dan dapat menimbulkan resiko masalah kesehatan.
Secara sederhana, bulking adalah proses menaikkan berat badan dengan target utama menambah massa otot. Kuncinya ada pada surplus kalori harian yang banyak, namun tetap terkontrol.
Artinya, tubuh memang butuh asupan lebih, tapi tetap dari makanan bernutrisi seperti protein berkualitas, karbohidrat kompleks, dan lemak sehat. Tanpa kombinasi tersebut, surplus kalori justru lebih banyak berubah jadi lemak.
Selain makan, latihan beban punya peran penting. Otot tidak akan terbentuk hanya dari makan tinggi protein doang. Namun, jangan lupa untuk istirahat yang cukup, karena otot tumbuh saat tubuh beristirahat, bukan saat latihan.
Jadi, kurang tidur bisa menghambat proses bulking meski pola makan dan latihan sudah benar. Jadi, bulking yang efektif selalu melibatkan tiga hal utama: nutrisi tercukupi, latihan beban (seminggu 3-5x), dan recovery yang cukup.
(Affrendi Kurniawan)
Editor : Iwa Ikhwanudin