RADAR MALIOBORO - Kuning telur sering dianggap biang kolesterol, bahkan tak jarang orang sengaja memisahkan kuning dan putih telur saat makan.
Padahal, anggapan tersebut tidak sepenuhnya sesuai dengan temuan ilmiah terbaru.
Dokter gizi Nisa dalam akun tiktok @sehatsamanisa mengungkapkan bahwa ketakutan berlebihan terhadap telur masih sering ia temui di lapangan. Ia mengatakan bahwa ada pasiennya yang sengaja membuang kuning telur karena takut kolesterol naik.
“Padahal berdasarkan penelitian, konsumsi telur setiap hari tidak terbukti meningkatkan kolesterol, tekanan darah, maupun risiko penyakit jantung,” jelasnya.
Selain itu, telur termasuk sumber protein yang sangat terjangkau. Dengan dana sekitar Rp10.000, seseorang bisa mendapatkan lima butir telur dengan total protein kurang lebih 35 gram.
Sebagai perbandingan, dengan nominal yang sama, protein dari daging sapi atau ayam justru lebih sedikit.
“Kalau dihitung, telur itu sebenarnya protein yang paling worth it dari segi harga dan gizi,” ujar dr. Nisa.
Keunggulan lain telur terletak pada kemudahannya diolah. Tidak perlu proses panjang seperti mencairkan bahan beku atau marinasi, telur bisa langsung dimasak dalam hitungan menit. Hal ini membuatnya cocok sebagai menu sarapan praktis.
“Telur itu simpel, cepat, dan proteinnya tinggi. Jadi jauh lebih sehat dibanding makanan olahan ultra-processed food, seperti sosis atau nugget yang sering jadi andalan sarapan,” tegasnya.
(Affrendi Kurniawan)
Editor : Iwa Ikhwanudin