Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Leher Kaku saat Bangun Tidur? Intip begini cara mengatasinya

Magang Radar Malioboro • Minggu, 11 Januari 2026 | 18:18 WIB
Bangun tidur dengan kondisi leher sakit atau leher kaku yang menganggu ( Pinterest )
Bangun tidur dengan kondisi leher sakit atau leher kaku yang menganggu ( Pinterest )

RADAR MALIOBORO - Pernahkah Anda bangun tidur di pagi hari dan tidak bisa menolehkan leher? Leher terasa kaku dan pegal bukanlah hal yang mengkhawatirkan. 

Leher kaku adalah kondisi yang umum dialami banyak orang, terutama saat bangun tidur di pagi hari atau mereka yang terlalu lama menghabiskan waktu di depan komputer atau gedget. Kondisi ini biasanya muncul disertai dengan keluhan lain, seperti nyeri leher, kesulitan menggerkan leher, sakit kepala dan nyeri bahu atau lengan. 

Paparan cuaca dingin juga dapat menjadi pemicu leher dan tulang belakang terasa kaku dan nyeri saat bangun. Hal ini dipicu oleh kejang otot yang terjadi akibat sirkulasi darah yang menurun. Akibatnya, otot mengalami kekakuan yang menimbulkan rasa sakit dan keterbatasan gerak. 

Baca Juga: Intip Kuliner Legendaris Khas Bantul: Mie Lethek

Kesalahan umum yang sering dilakukan adalah langsung menarik atau memaksa leher untuk meregangkan otot, padahal tindakan ini justru dapat memperburuk nyeri. Cara paling tepat adalah melakukan gerakan perlahan dan lembut, bukan peregangan yang kuat atau dipaksakan.

Intip begini cara mengatasinya 

1. Hindari Peregangan yang Dipaksakan 
Gerakan leher yang dilakukan secara mendadak atau dipaksa untuk menoleh dapat memperburuk kondisi nyeri dan meningkatkan peradangan.

2. Berikan Kompres Hangat pada Area yang Kaku (Bukan Kompres Dingin) Terapi kompres hangat yang dilakukan selama durasi 15–20 menit terbukti efektif membantu merilekskan otot-otot yang mengalami ketegangan. Media kompres yang dapat dimanfaatkan antara lain:
- Handuk yang telah dicelupkan ke dalam air hangat
- Botol yang berisi air bersuhu panas
- Koyo atau plester khusus penghangat otot (heat patch)

3. Lakukan Pergerakan Halus ke Arah yang Bebas Nyeri Jika keluhan nyeri dirasakan di sisi kanan leher, arahkan gerakan kepala ke sisi kiri. Berikut panduan pelaksanaannya:
- Miringkan kepala secara perlahan ke sisi yang tidak mengalami nyeri (contohnya ke kiri jika nyeri terjadi di sisi kanan).
- Pertahankan posisi tersebut selama 1–2 detik.
- Kembalikan kepala ke posisi semula secara perlahan.
- Lakukan pengulangan sebanyak 10–15 kali dengan gerakan yang lembut.

Baca Juga: Waspada Modus Penipuan QRIS: Tips Bertransaksi Digital dengan Aman
Teknik ini berfungsi untuk memberikan ruang pada sendi leher yang mengalami peradangan, sehingga otot dan saraf di sekitarnya dapat lebih rileks.

Meskipun sebagian besar kasus leher kaku dapat ditangani sendiri di rumah, terdapat beberapa kondisi yang memerlukan pemeriksaan medis segera. Anda perlu segera memeriksakan diri ke dokter apabila keluhan nyeri tidak menunjukkan perbaikan setelah 3–5 hari perawatan mandiri. 

Waspadai juga jika rasa sakit mulai menjalar hingga ke lengan atau disertai sensasi kesemutan yang mengganggu. Kondisi lain yang tidak boleh diabaikan adalah kesulitan dalam menggerakkan tangan atau adanya kelemahan pada otot. Terlebih lagi, jika leher kaku disertai dengan demam tinggi atau sakit kepala yang sangat hebat, segera cari bantuan medis karena bisa jadi ini merupakan tanda kondisi yang lebih serius. 

Leher kaku bukan sekadar otot yang tegang. Ini bisa menjadi tanda peringatan dari tubuh bahwa ada sesuatu yang tidak beres, mungkin saraf yang terjepit, infeksi yang berkembang, atau gangguan tulang belakang yang memerlukan perhatian serius. 

Tubuh Anda adalah aset paling berharga yang Anda miliki. Jangan biarkan penyesalan menjadi pelajaran yang terlambat.

 ( Tiya Ermiyati )

Editor : Iwa Ikhwanudin
#sehat #kaku #Bangun #leher #tips #tidur