RADAR MALIOBORO - Anemia masih menjadi masalah kesehatan yang cukup sering dialami oleh remaja perempuan. Kondisi ini kerap tidak disadari karena gejalanya terlihat ringan, seperti mudah lelah atau pusing. Jika dibiarkan, anemia bisa memengaruhi aktivitas sehari-hari, konsentrasi belajar, hingga kesehatan jangka panjang.
Anemia terjadi saat tubuh kekurangan hemoglobin, yaitu zat dalam sel darah merah yang berfungsi membawa oksigen ke seluruh tubuh.
Ketika hemoglobin rendah, tubuh akan terasa lemas dan tidak bertenaga. Remaja khususnya perempuan termasuk kelompok yang lebih rentan mengalami kondisi ini.
Penyebab Anemia
Menstruasi
Setiap bulannya, tubuh kehilangan darah sehingga kebutuhan zat besi meningkat. Jika tidak diimbangi dengan asupan zat besi yang cukup, risiko animasi menjadi lebih besar.
Pola Makan Kurang Seimbang
Banyak remaja perempuan yang jarang mengonsumsi makanan tinggi zat besi seperti daging merah, hati ayam, bayam, dan kacang-kacangan. Kebiasaan diet yang berlebihan demi menjaga berat badan justru dapat memperburuk kondisi tubuh
Gaya Hidup Kurang Sehat
Sering melewatkan sarapan, kurang tidur, dan terlalu sering mengonsumsi makanan cepat saji. Kebiasaan ini membuat tubuh tidak mendapatkan nutrisi yang dibutuhkan untuk membuat sel darah merah.
Upaya Pencegahan
Remaja perempuan saat menstruasi sangat disarankan untuk mengonsumsi tablet tambah darah. Tablet ini membantu menggantikan zat besi yang hilang selama menstruasi dan mencegah penurunan kadar hemoglobin.
Remaja perempuan juga dianjurkan untuk menjaga pola makan bergizi, memperbanyak konsumsi makanan kaya zat besi, serta mengombinasikannya dengan vitamin C agar penyerapat zat besi lebih maksimal.
(Aribah Zalfa Nur Aini)
Editor : Iwa Ikhwanudin