Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Manfaat Matcha untuk Kesehatan: Fakta atau Mitos? Yuk Simak Penjelasannya

Magang Radar Malioboro • Senin, 12 Januari 2026 | 19:10 WIB
Ilustrasi matcha, maskulinitas, dan gen z: pilihan minuman menjadi stigma sosial. (Dilansir dari Radar Tulungagung)
Ilustrasi matcha, maskulinitas, dan gen z: pilihan minuman menjadi stigma sosial. (Dilansir dari Radar Tulungagung)

Matcha kini menjadi salah satu minuman populer di kalangan pecinta gaya hidup sehat.

Media sosial dipenuhi dengan klaim tentang manfaat matcha mulai dari detoksifikasi tubuh hingga penurunan berat badan.

Matcha memang memiliki sejumlah manfaat kesehatan yang telah dibuktikan melalui penelitian. Matcha
mengandung katekin terutama EGCG (epigallocatechin gallate), sebagai antioksidan untuk melawan radikal bebas dalam tubuh.

Manfaat kedua yang terbukti adalah peningkatan fokus dan konsentrasi. Kombinasi kafein dan L-theanine dapat memproduksi energi dengan keadaan rileks.

Ketiga, matcha dapat membantu meningkatkan metabolisme tubuh. beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi matcha dapat meningkatkan pembakaran kalori hingga 4 %.

Namun, efek ini bersifat moderat dan bukan solusi instan untuk menurunkan berat badan.

Manfaat keempat yang semakin populer adalah untuk kecantikan dan perawatan dari dalam. Banyak perempuan yang kini mengonsumsi matcha murni sebagai bagian dari rutinitas perawatan kulit.

Kandungan antioksidan tinggi dalam matcha, terutama polifenol dapat membantu melawan radikal bebas yang menjadi penyebab penuaan dini.

Matcha juga mengandung klorofil yang dapat membantu detoksifikasi tubuh dan memberikan efek mencerahkan kulit.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa konsumsi matcha secara rutin dapat membantu mengurangi peradangan kulit, jerawat, dan memperbaiki elastisitas kulit dari dalam.

Klaim yang Berlebihan atau Belum Terkonfirmasi

Tidak semua klaim tentang matcha memiliki dasar ilmiah yang kuat. Salah satu yang paling populer adalah kemampuan matcha sebagai detoksifikasi yang membersihkan racun dari tubuh dalam waktu singkat.

Faktanya, tuuh manusia sudah memiliki sistem detoksifikasi alami melalui hati dan ginjal. Tidak ada minuman atau makanan yang bisa meggantikan fungsi organ-organ tersebut.

Klaim lain seperti matcha dapat menurunkan berat badan secara drastis. Meskipun matcha membantu metabolisme, efeknya tidak akan signifikan tanpa disertai pola makan seimbang dan aktivitas fisik yang cukup.

Mengharapkan matcha sebagai solusi tunggal untuk penurunan berat badan adalah ekspektasi yang tidak realistis.

Untuk klaim kecantikan, meskipun antioksidan dalam matcha memang bermanfaat untuk kulit, hasil yang terlihat akan memerlukan waktu dan konsistensi.

Tidak ada hasil instan hanya dengan minum matcha beberapa kali. Kombinasi dengan perawatan kulit dari luar, hidrasi yang cukup, dan gaya hidup sehat tetap menjadi kunci utama.

Cara konsumsi yang tepat untuk mendapatkan manfaat optimal, pilih matcha yang berkualitas tinggi.

Hindari menambahkan gula atau pemanis buatan terlalu banyak yang justru mengurangi manfaat keseluruhannya.

Matcha memang memiliki manfaat kesehatan yang didukung oleh riset ilmiah terutama dalam hal antioksidan, peningkatan fokus, dan metabolisme.

Namun, matcha bukanlah minuman ajaib yang bisa menyelesaikan semua masalah kesehatan, manfaat terbaik akan didapat ketika matcha dikonsumsi sebagai bagian dari gaya hidup sehat secara menyeluruh, bukan sebagai pengganti pola makan dan olahraga teratur.

Penulis: Adzkia Fahdila Khairunisa

Editor : Bahana.
#macha #kesehatan #matcha