Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Sisi Gelap di Balik Gurihnya Gorengan: Sayangi Tubuh Sebelum Terlambat

Magang Radar Malioboro • Kamis, 15 Januari 2026 | 13:46 WIB
Dibalik goreng yang nikmat namun membahayakan. (Pinterest)
Dibalik goreng yang nikmat namun membahayakan. (Pinterest)

RADAR MALIOBORO - Siapa yang bisa menolak aroma mendoan dan bakwan renyah disore atau pagi hari? Gorengan memang juara soal rasa, tapi dibalik baluran terpung yang krispi itu, ada ancaman nyata yang perlahan menyerang kesehatan kita.

Bukan sekedar mitos kebiasaan ini ibarat menabung risiko untuk masa depan.

Gorengan memang sudah menjadi bagian dari budaya kuliner Indonesia. Praktis, murah, dan mudah ditemukan di mana-mana. Namun, para ahli kesehatan terus mengingatkan kita untuk waspada. Ini bukan sekadar peringatan biasa, melainkan fakta medis yang sudah terbukti melalui berbagai penelitian.

1. Beban Berat bagi Jantung
Konsumsi gorengan bahkan dalam jumlah yang sedikit dalam berisiko pada jantung. Saat makanan digoreng dengan minyak yang digunakan berulang kali, lemak trans akan terbentuk. Lemak jahat inilah yang menjadi musuh utama pembuluh darah. Ia meningkatkan kolesterol jahat (LDL) dan menurunkan kolesterol baik (HDL). Jika terus dibiarkan, pembuluh darah bisa tersumbat, memicu hipertensi hingga penyakit jantung koroner.

2. Obesitas yang sulit dikontrol
Gorengan adalah bom kalori dalam bentuk mini. Proses pengorengan yang menghilangakan kadar air dan mengantinya dengan lemak, membuat asupan kalori melonjak drastis setelah digoreng. Lemak tersebut yang kemudian mempengaruhi kerja hormon yang mengatur nafsu makan dan menambah penyimpanan lemak. Prnumpukan lemak yang terjadi kemudian menjadi pintu awal bagi penyakit lain seperti diabetes, hipertensi hingga masalah persendian.

Jika mengkonsumsi gorengan secara terus menerus juga dapat memperburuk sistem metabolik tubuh yang kemudian dapat meningkatkan ridiko penyakit kronis.

3. Ancaman Kanker yang Tersembunyi
Proses memasak dengan cara digoreng pada suhu tinggi dapat menciptakan senyawa berbahaya seperti acrylamide dan PAHs yang berisiko merusak sel tubuh jika terus-menerus dikonsumsi. Selain itu, lemak trans dalam gorengan juga dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh, yang kemudian berkontribusi pada perkembangan berbagai jenis sel kanker.

Menginspirasi hidup sehat bukan berarti kita harus berhenti makan enak selamanya. Cobalah mulai beralih ke camilan yang diproses dengan cara dikukus, dipanggang, atau menggunakan air fryer untuk mengurangi penggunaan minyak berlebih.

Ingat, tubuh kita adalah satu-satunya tempat yang kita miliki untuk tinggal. Investasi terbaik bukanlah harta, melainkan kesehatan yang terjaga hingga hari tua. Yuk, kurangi satu gorengan hari ini untuk jantung yang lebih kuat besok.
(Tiya Ermiyati )

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Terlambat #gelap #di balik #gorengan #SISI #gurih #Sebelum #tubuh