Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Manis di Lidah, Pahit di Masa Depan: Mengulik Dampak Gula Berlebihan

Magang Radar Malioboro • Sabtu, 17 Januari 2026 | 07:26 WIB
Gula yang jika dikonsumsi secara berlebihan dapat memberikan dampak yang bahaya bagi tubuh. (Pinterest)
Gula yang jika dikonsumsi secara berlebihan dapat memberikan dampak yang bahaya bagi tubuh. (Pinterest)

RADAR MALIOBORO - Seringkali kita terjebak dalam kenikmatan segelas minuman kekinian yang terasa menyegarkan di tenggorokan, tanpa menyadari ada ancaman yang mengintai di balik setiap sedotannya. Istilah ‘manis sesaat, risiko seumur hidup’ bukanlah sekadar gertakan medis, melainkan sebuah peringatan nyata tentang bagaimana asupan gula berlebih dapat merusak fungsi tubuh secara perlahan namun pasti.

Ketika kadar gula dalam darah melonjak secara konsisten, kita sedang membuka pintu lebar-lebar bagi penyakit degeneratif seperti diabetes tipe 2, obesitas, hingga komplikasi jantung yang memerlukan perawatan jangka panjang.

Gula yang berlebihan juga dapat bertindak sebagai pencuri energi, meskipun memberikan lonjakan energi yang instan, namun sering kali diikuti dengan penurunan drastis yang membuat tubuh terasa lemas, lesu dan terus-menerus merasa lapar.

Memutus rantai ketergantungan ini adalah sebuah langkah yang baik bagi mada depan kita. Kesadaran untuk membatasi konsumsi pemanis bukan berarti menghilangkan kebahagiaan, melainkan cara kita menghargai tubuh yang telah bekerja keras setiap hari.

Mengonsumsi gula berlebihan sejatinya adalah bentuk pinjaman kenikmatan yang harus dibayar mahal dengan kualitas hidup yang menurun di masa tua.

Sebagai langkah awal yang menginspirasi, cobalah untuk mulai mengganti kebiasaan minum minuman kemasan dengan air mineral atau infusi buah segar yang jauh lebih alami.

Melatih indera perasa agar terbiasa dengan rasa tawar atau manis alami dari buah-buahan akan membantu otak melepas ketergantungan pada apa yang dihasilkan oleh gula.

Selain itu, sangat penting untuk rajin membaca label informasi nilai gizi pada setiap produk yang kita beli, seringkali gula bersembunyi di balik nama-nama ilmiah yang tidak kita kenali. Ingatlah bahwa batas aman konsumsi gula adalah maksimal 4 sendok makan atau 50 gram per hari.

Dengan langkah kecil yang konsisten ini, kita sedang membangun benteng pertahanan bagi tubuh, memastikan bahwa masa depan kita tetap manis tanpa harus bergantung pada butiran kristal putih yang merusak.
(Tiya Ermiyati)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#tenggorokan #seringkali diabaikan #kesehatan #terjebak