RADAR MALIOBORO - Kesemutan sering dianggap sebagai hal yang sepele. Banyak orang mengira sensasi ini muncul hanya karena duduk terlalu lama, salah posisi tidur, atau terlalu lama menekuk tangan dan kaki. Jika kesemutan sering muncul tanpa sebab yang jelas dan terjadi berulang, kondisi ini bisa menjadi sinyal tubuh sedang menyampaikan sesuatu
Kesemutan terjadi ketika aliran darah atau saraf mengalami gangguan sementara. Biasanya memang akan hilang dengan sendirinya. Namun, dalam beberapa kasus, kesemutan bisa berkaitan dengan kebiasaan sehari-hari hingga kondisi Kesehatan yang jarang disadari.
Beberapa Penyebab Kesemutan
1. Kurangnya Asupan Vitamin
Terutama pada vitamin B12. Vitamin ini berperan penting dalam menjaga fungsi saraf. Pola makan yang tidak seimbang, diet ekstrem, atau jarang mengonsumsi sumber protein hewani bisa membuat tubuh kekurangan vitamin ini, sehingga memicu kesemutan di tangan atau kaki.
2. Kebiasaan Duduk atau Bekerja Terlalu Lama
Duduk atau bekerja terlalu lama di satu posisi juga bisa berdampak lebih besar dari yang disangka. Bukan hanya soal pegal, posisi tubuh yang kurang ergonomis dapat menekan saraf tertentu secara perlahan. Jika dilakukan terus-menerus, kesemutan bisa muncul lebih sering dan terasa lebih lama dari biasanya.
3. Stres dan Kelelahan Mental
Stress dan kelelahan mental ini juga termasuk faktor yang kerap luput dari perhatian. Saat stres, tubuh melepaskan hormon yang dapat memengaruhi aliran darah dan sistem saraf. Tak jarang, orang yang sedang cemas atau kelelahan justru mengalami kesemutan, meski tidak melakukan aktivitas berat secara fisik.
4. Dehidrasi
Kurangnya cairan dalam tubuh bisa mengganggu keseimbangan elektrolit, yang berperan penting dalam kerja otot dan saraf. Akibatnya, sinyal saraf tidak berjalan optimal dan memicu sensasi kesemutan.
Pada sebagian orang, kesemutan juga bisa berkaitan dengan kondisi medis tertentu, seperti gangguan saraf tepi, diabetes, atau masalah pada tulang belakang. Meski tidak selalu berbahaya, kesemutan yang berlangsung lama, sering kambuh, atau disertai nyeri dan mati rasa sebaiknya tidak diabaikan.
Untuk mengurangi risiko kesemutan, beberapa langkah sederhana bisa dilakukan.
1. Memperbaiki posisi duduk dan tidur
2. Rutin bergerak saat bekerja
3. Mencukupi kebutuhan cairan
4. Menjaga pola makan bergizi
5. Mengelola stres dengan istirahat cukup dan aktivitas relaksasi juga membantu menjaga kesehatan saraf
Kesemutan memang sering dianggap gangguan ringan. Namun, jika tubuh terus mengirimkan sinyal yang sama, ada baiknya lebih peka dan tidak mengabaikannya. Mendengarkan tubuh sejak dini bisa membantu mencegah masalah kesehatan yang lebih serius di kemudian hari.
(Aribah Zalfa Nur Aini)