RADAR MALIOBORO - Secara sederhana, perming adalah proses kimia yang mengubah struktur rambut lurus menjadi bergelombang atau keriting. Cairan khusus digunakan untuk membentuk tekstur baru rambut, sehingga hasilnya bisa bertahan berbulan-bulan, tergantung perawatan dan pertumbuhan rambut yang berbeda setiap orangnya.
Belakangan, gaya rambut keriting hasil perming makin banyak dipilih cowok. Dari gelombang tipis ala beach waves sampai ikal tebal bergaya Korea, perming jadi solusi instan buat rambut lurus yang ingin terlihat lebih bervolume dan bertekstur.
Apa pun jenisnya, satu hal yang sama adalah perawatan, karena rambut akan jadi lebih kering dan sensitif. Berikut beberapa cara perawatannya:
1. Jangan Langsung Keramas
Setelah perming, rambut sebaiknya tidak dicuci selama 2–3 hari. Ini memberi waktu ikatan kimia rambut benar-benar stabil. Keramas terlalu cepat bisa bikin ikal cepat turun.
2. Gunakan Sampo Tanpa Sulfat
Sampo biasa bisa menarik minyak alami rambut dan bikin ikal jadi kering. Pilih sulfate-free shampoo yang lebih lembut dan aman untuk rambut hasil perming.
3. Kurangi Frekuensi Keramas
Cukup 1-3 kali seminggu. Terlalu sering keramas bikin rambut cepat kering dan frizzy. Kalau rambut terasa lepek, cukup bilas air atau semprot air ringan.
4. Jangan Digebrus Handuk
Menggosok rambut dengan handuk adalah musuh besar rambut keriting. Keringkan dengan menepuk pelan, lebih bagus pakai handuk microfiber atau kaus katun.
5. Air Dry
Hair dryer panas berlebihan bisa merusak pola ikal. Kalau bisa, keringkan alami. Jika terpaksa pakai hair dryer, gunakan suhu paling rendah.
6. Jaga Kelembapan Rambut
Pakai pelembap rambut tanpa bilas (leave-in conditioner) atau krim pengatur ikal (curl cream) untuk menjaga bentuk rambut dan bikin ikal lebih rapi, serta tidak terlihat kering/.
7. Sisir yang Benar
Gunakan sisir bergigi jarang atau cukup jari tangan, dibanding menggunakan sisir yang rapat. Sisir saat rambut masih basah agar ikal tidak pecah.
Secara umum, dengan perawatan yang tepat, hasil perming bisa bertahan 3–6 bulan. Kuncinya bukan produk mahal, tapi kebiasaan yang benar dan konsisten.
(Affrendi Kurniawan)
Editor : Iwa Ikhwanudin