Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Siapa Sangka Jamu Jadi Minuman Ngehits? Ini Cerita di Balik Tren Party Jamu

Magang Radar Malioboro • Senin, 26 Januari 2026 | 14:42 WIB
Jamu menjadi cara baru Gen Z untuk Bersenang-senang dan Hidup Lebih Sehat. (AI/Gemini)
Jamu menjadi cara baru Gen Z untuk Bersenang-senang dan Hidup Lebih Sehat. (AI/Gemini)

RADAR MALIOBORO - Botol kaca, rasa pahit di lidah, dan kebiasaan ibu-ibu di pagi hari, itulah jamu yang sering kita kenal selama puluhan tahun. Minuman warisan nenek moyang yang hampir selalu diasosiasikan dengan generasi tua, tradisi lampau, dan kesan jadul.

Tapi tunggu dulu, gen z punya cerita lain. Ditiktok dan insagram, sebelum tren mengejutkan yang viral yaitu party jamu.
Bukan pesta dengan botol alkohol atau mabuk-mabukan namun, sebuah pertemuan anak muda yang sedang asyik dengan kunyit asem, beras kencur sambil ngobrol santai, dengan outfit estetiknya.

Jamu yang dulunya minuman yang dipaksa diminum demi kesehatan, kini justru jadi tren unik bagi gen Z.

Kegiatan ini populer di media sosial, dari TikTok hingga Instagram, dengan tagar seperti #PartyJamu dan #HealthyHangout. Alih-alih bersulang dengan minuman beralkohol, peserta menikmati jamu tradisional seperti kunyit asam, beras kencur, temulawak, bahkan varian mocktail jamu yang kreatif dan estetik.

Yang menambah keunikan adalah konsep, Berbeda dengan pesta alkohol yang berlangsung hingga dini hari, acara ini biasanya dimulai sore dan berakhir maksimal pukul 20.00, sehingga tubuh tetap punya waktu istirahat optimal.

Beberapa jamu yang paling sering muncul dalam party jamu antara lain kunyit asam untuk meredakan peradangan, beras kencur untuk mengurangi pegal dan meningkatkan energi, temulawak untuk kesehatan pencernaan, serta wedang jahe yang menghangatkan tubuh dan meningkatkan daya tahan.

Tidak heran jika istilah khas Gen Z seperti “asmara hancur, beras kencur meluncur” menjadi viral sebagai kiasan jamu yang jadi solusi kegalauan.
Party jamu membuktikan bahwa budaya tradisional bisa dikemas ulang menjadi sesuatu yang modern, seru, dan bermanfaat.

Generasi muda tidak meninggalkan tradisi, mereka justru menemukan cara baru untuk merayakan warisan budaya sambil menjaga kesehatan fisik dan mental. Sebuah tren yang patut diapresiasi di tengah hiruk-pikuk gaya hidup modern.

Bukan hanya sekedar tren semata, namun sampai saat ini sebagain anak muda masih sering mengkonsumsi jamu, bahkan sebelum adanya tren tersebut. Party jamu bukan sekadar minuman, tapi simbol pilihan hidup.
(Tiya Ermiyati)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#jadi #hits #siapa #jamu #sangka #Party Jamu #minuman