RADAR MALIOBORO - Siapa sangka, sarapan sederhana dengan makanan kukusan kini tengah viral di kalangan anak muda! Tren yang meledak di TikTok dengan jutaan views ini menjadi bukti bahwa gaya hidup sehat sedang menjadi prioritas generasi muda Indonesia.
Fenomena sarapan kukus-kukusan ini bukan sekadar ikut-ikutan. Metode mengukus dan merebus memang jauh lebih unggul ketimbang menggoreng. Dengan mengukus, kita menghindari penggunaan minyak berlebih dan lemak trans berbahaya yang sering mengintai di makanan gorengan. Hasilnya? Kalori lebih terkontrol, tubuh lebih bugar.
Yang menarik, tren ini tidak hanya soal kesehatan, tapi juga kepraktisan. Tidak perlu repot-repot dengan bumbu rumit atau peralatan masak canggih. Cukup siapkan kukusan, tunggu beberapa menit, dan sarapan bergizi siap disantap. Cocok banget untuk generasi yang menghargai efisiensi waktu di tengah kesibukan.
Di berbagai kota besar Indonesia, termasuk Yogyakarta, warung-warung sarapan kukusan kini bermunculan di sudut-sudut jalan.
Para pekerja kantoran, mahasiswa, hingga masyarakat berbondong-bondong mencari menu sehat andalan mereka: pisang kukus, telur rebus, singkong, jagung manis, kacang tanah, hingga ubi, semuanya ditawarkan dengan harga terjangkau mulai dari Rp 2.000 saja. Harga yang sangat bersahabat dibanding menu sarapan kekinian di kafe yang bisa mencapai puluhan ribu rupiah.
Misalnya contoh ubi rebus yang menjadi primadona. Dalam sepotong 100 gram, tersimpan hanya 86 kalori namun kaya manfaat. Dengan 20 gram karbohidrat kompleks yang akan membuat kenyang lebih lama, kalium tinggi untuk menjaga tekanan darah tetap stabil, plus 3 gram serat yang melancarkan pencernaan.
Pantas saja banyak yang beralih dari roti tawar atau nasi goreng ke pilihan yang lebih menyehatkan ini.
Keunggulan lain dari metode kukus adalah kemampuannya mempertahankan kandungan vitamin dan mineral penting yang mudah larut air, seperti vitamin C dan B kompleks. Berbeda dengan direbus terlalu lama atau digoreng yang justru merusak nutrisi, mengukus menjaga kualitas gizi tetap optimal.
Jika memiliki waktu untuk mengolahnya sendiri, Ada trik sederhana yang bisa diterapkan. kukus sayuran hijau seperti bayam atau brokoli cukup 5 menit saja agar vitamin C-nya tidak terbuang sia-sia. Warnanya tetap cerah, teksturnya renyah, dan yang paling paling penting nutrisinya masih utuh.
Untuk mengukus ubi-ubian seperti ubi jalar, singkong, atau talas, pastikan air dalam kukusan sudah mendidih terlebih dahulu sebelum memasukkan bahan. lalu kukus selama 15-20 menit tergantung ukuran potongan. Tusuk dengan garpu untuk mengecek kematangan, jika sudah lunak hingga ke tengah, berarti sudah siap disantap.
Tren ini membuktikan bahwa hidup sehat tidak harus mahal atau ribet. Cukup dengan kembali ke cara memasak tradisional yang sederhana, siapa pun bisa menikmati sarapan bergizi tanpa menguras dompet.
( Tiya Ermiyati )
Editor : Iwa Ikhwanudin