Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Jarang Berhubungan Intim Bisa Tingkatkan Risiko Kesehatan Pria hingga 45%, Studi Ungkap Manfaat Seks Rutin untuk Jantung dan Prostat

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 13 Februari 2026 | 08:32 WIB
Ilustrasi berhubungan badan.
Ilustrasi berhubungan badan.

RADAR MALIOBORO - Sebuah postingan dari akun @MetabolicFactor di platform X baru-baru ini menjadi perbincangan hangat di kalangan netizen Indonesia, termasuk warga Yogyakarta. Postingan tersebut menampilkan foto pasangan di atas ranjang disertai klaim mengejutkan: kurangnya aktivitas seksual (kurang dari sekali sebulan) dikaitkan dengan peningkatan risiko kesehatan pria hingga 45%.

Menurut utas tersebut, hubungan intim yang rutin memberikan berbagai manfaat kesehatan, antara lain:

Meningkatkan sirkulasi darah dan kesehatan jantung

Menyeimbangkan hormon testosteron

Mengurangi tingkat stres secara signifikan

Mendukung sistem kekebalan tubuh lebih optimal

Klaim ini sejalan dengan sejumlah studi ilmiah internasional yang telah lama diteliti. Misalnya, penelitian besar dari Harvard Health (Health Professionals Follow-Up Study) terhadap puluhan ribu pria menunjukkan bahwa pria yang ejakulasi 21 kali atau lebih per bulan memiliki risiko kanker prostat lebih rendah hingga 20–31% dibandingkan mereka yang hanya 4–7 kali per bulan.

Studi lain yang dipublikasikan di European Urology juga mengonfirmasi pola serupa: frekuensi ejakulasi tinggi sepanjang usia dewasa berhubungan dengan penurunan risiko kanker prostat, terutama tipe risiko rendah. Di Indonesia sendiri, situs kesehatan seperti Alodokter dan Halodoc kerap menyoroti manfaat serupa, termasuk penurunan risiko penyakit kardiovaskular dan peningkatan kualitas tidur berkat pelepasan hormon oksitosin serta prolaktin pasca-orgasme.

Namun, tidak semua netizen langsung setuju. Dalam balasan utas tersebut, sebagian pengguna berbagi pengalaman pribadi:

Ada yang mengaku celibate bertahun-tahun tanpa masalah prostat signifikan

Sebagian menilai stres sebagai faktor utama, bukan frekuensi seks itu sendiri

Ada pula yang bercanda "suami-suami kami yang meminta akun ini menulis"

Para ahli menekankan bahwa korelasi ini bukan berarti sebab-akibat langsung. Faktor lain seperti gaya hidup sehat, pola makan, olahraga, dan hindari rokok jauh lebih dominan dalam mencegah penyakit jantung maupun kanker prostat. Aktivitas seksual yang aman, sehat, dan saling setuju tetap menjadi salah satu aspek pendukung kesehatan holistik pria.

Bagi warga Yogyakarta dan sekitarnya, para dokter spesialis urologi di RS Sardjito, RS Bethesda, atau klinik kesehatan reproduksi setempat kerap menyarankan pola hidup seimbang termasuk menjaga keintiman pasutri sebagai bagian dari pencegahan dini. Jika mengalami keluhan seperti disfungsi ereksi atau nyeri prostat, segera konsultasikan ke tenaga medis terdekat.

Jadi, apakah Anda termasuk yang rutin atau justru jarang berhubungan intim? Kesehatan pria ternyata tak hanya soal olahraga dan makan sehat, tapi juga soal keharmonisan di ranjang. Tetap jaga komunikasi dengan pasangan, ya! (iwa) 

Editor : Iwa Ikhwanudin
#kesehatan repoduksi #hubungan intim #hubungan badan