RADAR MALIOBORO - Peringatan Hari Tumor Otak Sedunia setiap tanggal 8 Juni menjadi momentum penting untuk meningkatkan kesadaran masyarakat akan kesehatan otak sejak dini. Berkolaborasi dengan berbagai lembaga pemerintah di tingkat lokal maupun internasional, gerakan ini berfokus memberikan edukasi mengenai bahaya, metode deteksi, hingga langkah pencegahan tumor otak.
Sebagai salah satu penyakit paling mematikan, tumor otak dapat menyerang siapa saja tanpa memandang usia dan jenis kelamin, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa. Selain itu, jenis tumor ini juga menjadi penyebab utama dari sebagian besar kanker sistem saraf pusat (SSP) primer yang berkembang di area otak, dengan persentase mencapai 85–90%.
Berdasarkan data global tahun 2020, diperkirakan terdapat 308.102 kasus tumor primer pada otak atau sumsum tulang belakang yang terdiagnosis. Sebagai perbandingan, data tahun 2010 menunjukkan bahwa angka kejadian tahunan tumor otak ganas primer yang disesuaikan berdasarkan standar usia global mencapai sekitar 3,70 per 100.000 pria dan 2,60 per 100.000 wanita.
Baca Juga: Hari Laut Sedunia 2026: Tema Reimagine Aja Masyarakat Mengubah Cara Pandang dan Merawat Lautan
Apa itu Tumor Otak?
Tumor otak adalah pertumbuhan sel-sel abnormal di dalam atau dekat dengan jaringan otak. Tumor otak dapat bersifat jinak maupun ganas, tergantung pada seberapa cepat sel tersebut tumbuh.
Tumor yang menekan saraf optik atau kiasma optik dapat menyebabkan penglihatan kabur, ganda, bahkan kebutaan total. Perubahan penglihatan akibat tumor otak sering kali dimulai perlahan dan bisa berkembang seiring berjalnnya waktu.
Gejala tumor otak sangat beragam, tergantung pada ukuran, tingkat perkembangan, dan lokasinya. Tumor otak yang berukuran kecil sering kali tidak menimbulkan keluhan. Sebaliknya, tumor yang membesar dan memengaruhi kerja bagian tertentu di otak bisa menyebabkan beragam gejala.
Baca Juga: Wali Kota Perempuan Termuda Jepang Ambil Cuti Melahirkan 16 Minggu, Catat Sejarah Baru
Berikut adalah gejala umum yang dapat timbul pada penderita tumor otak.
1. Sakit kepala berlebih
2. Kejang
3. Mual, muntah, atau mengantuk secara terus menerus
4. Gangguang penglihatan
5. Mengalami gangguan bicara
6. Perubahan memori atau kelemahan tubuh
Langkah-langkah untuk mencegah risiko tumor otak
1. Menghindari paparan bahan kimia karsinogenik seperti nikel, kadmium, vinil klorida, radon, benzena, dan lain-lain
2. Mengurangi paparan terhadap infeksi, virus, dan alergen
3. Menghindari merokok
4. Mengurangi paparan radiasi pengion yang tidak perlu
5. Mengambil langkah-langkah keselamatan untuk mencegah cedera kepala
6. Berolahraga secara teratur
Melalui peringatan Hari Tumor Otak Sedunia ini, mari kita lebih peduli terhadap kesehatan diri dan keluarga. Mengenali gejala awal serta menerapkan pola hidup sehat merupakan langkah nyata yang bisa kita lakukan untuk menekan risiko penyakit mematikan ini. (Bunga Faizati Hudianna)
Editor : Iwa Ikhwanudin