Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Bukan Cuma Ikut Tren, Ini Alasan Kenapa Olahraga Lari Makin Digilai

Esty Destina Rahmadhani • Sabtu, 20 Juni 2026 | 12:07 WIB
Aktvitas olahraga lari yang kini menjadi tren. (Sumber: Magnific)
Aktvitas olahraga lari yang kini menjadi tren. (Sumber: Magnific)

 
 
RADAR MALIOBORO - Olahraga lari memang sedang mengalami masa keemasannya.

Mulai dari ajang lari santai (fun run) tingkat lokal hingga kompetisi maraton internasional.

Tidak perlu jauh ke kancah internasional, anda dapat menemukan para pelari santai di jalanan, lapangan, bahkan gedung olahraga.

Bagi sebagian orang, lari bukan lagi sekadar urusan membakar kalori atau mencari keringat.

Baca Juga: Mengenal Cosmeticorexia: Ketika Anak Perempuan Kecanduan Skincare Orang Dewasa

Aktivitas ini telah bergeser menjadi sebuah kebutuhan psikologis.

Di tengah padatnya tekanan kerja dan rutinitas yang menjenuhkan, lari sering kali dijadikan sebagai media pelepasan stres yang ampuh.

Berikut adalah beberapa manfaat nyata olahraga lari yang sudah divalidasi oleh berbagai riset kesehatan.

1. Berlari secara rutin memaksa otot jantung bekerja lebih efisien dalam memompa darah yang kaya akan oksigen ke seluruh tubuh.

Efek jangka panjangnya adalah menurunnya risiko penyakit jantung koroner serta stroke.

Baca Juga: Mengenal Inde Navarrette, Bintang Film "Obsession" yang Ternyata Mantan Streamer Game Populer!


2. Berbeda dengan mitos keliru yang menyebut lari bisa merusak lutut, aktivitas lari dengan intensitas tepat justru merangsang pembentukan sel tulang baru.

 Hal ini sangat efektif untuk mencegah pengeroposan tulang (osteoporosis) di masa tua.


3. Tubuh yang aktif bergerak saat berlari akan membantu menyelaraskan kembali jam biologis tubuh.

Tidur bisa lebih cepat dan mendapatkan kualitas tidur yang lebih nyenyak.


Tips Aman Memulai untuk Pemula


Agar niat sehat ini tidak berujung pada cedera otot atau sendi, ada beberapa langkah bijak yang perlu diperhatikan.

Baca Juga: Mahasiswa Universitas Sebelas Maret Hadirkan Pembelajaran Interaktif di SD Model Sleman


1. Mulailah dengan metode jogging-walking. Kombinasikan lari santai selama 1–2 menit, diikuti dengan jalan kaki selama 1 menit. Lakukan secara bertahap.


2. Istirahat sama pentingnya dengan berlari. Berikan waktu bagi otot dan sendi untuk memulihkan diri agar tidak terjadi cedera.


3. Gunakan sepatu khusus lari yang memiliki bantalan yang baik demi meredam benturan kaki dengan permukaan aspal.


Lari pada akhirnya tentang bagaimana kita membangun konsistensi demi investasi kesehatan jangka panjang. 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#Olahraga Lari #kompetisi maraton internasional #lari santai #riset kesehatan #tren