YOGYAKARTA – Alarm baru saja berhenti berbunyi. Mata masih berat, tubuh belum sepenuhnya sadar, tetapi tangan sudah lebih dulu meraih ponsel di samping tempat tidur.
Satu per satu notifikasi dibuka. Pesan diperiksa, media sosial digulir, berita dibaca. Tanpa terasa, beberapa menit berlalu. Hari bahkan belum benar-benar dimulai, tetapi pikiran sudah dipenuhi berbagai informasi.
Kebiasaan mengecek HP sesaat setelah bangun tidur memang sudah menjadi bagian dari rutinitas banyak orang. Tidak sedikit yang merasa perlu memastikan pesan masuk, melihat kabar terbaru, atau sekadar membuka media sosial sebelum beranjak dari tempat tidur.
Namun, kebiasaan tersebut patut diperhatikan, terutama jika berlangsung terlalu lama.
Persoalannya bukan semata-mata karena seseorang membuka ponsel pada pagi hari. Yang lebih penting adalah berapa lama waktu yang dihabiskan dan jenis informasi apa yang dikonsumsi ketika pikiran baru saja memulai aktivitas.
Pagi Hari Seharusnya Tidak Langsung Dipenuhi Informasi
Saat seseorang baru terbangun, layar ponsel bisa menjadi pintu pertama menuju begitu banyak informasi. Mulai dari pesan pribadi, pekerjaan, kabar politik, berita kecelakaan, konflik, hingga berbagai unggahan media sosial.
Jika yang muncul adalah informasi negatif secara berulang, kondisi tersebut berpotensi membuat suasana hati ikut terbawa sejak pagi.
Baca Juga: Kebakaran Bromo Meluas, 742 Hektare Terbakar: Saat Api Memukul Nafkah Warga
Harvard Health menyoroti fenomena doomscrolling, yakni kebiasaan terus menggulir layar untuk mencari atau membaca berbagai informasi negatif. Pola tersebut dapat berkaitan dengan meningkatnya stres dan kecemasan.
Karena itu, memberikan jarak antara waktu bangun tidur dan waktu membuka ponsel dapat menjadi langkah sederhana untuk menjaga kondisi mental tetap lebih tenang.
Tidak harus langsung menerapkan aturan yang sulit. Seseorang bisa memulainya dengan menunda membuka HP selama beberapa menit.
Gunakan waktu tersebut untuk duduk dari tempat tidur, minum air putih, membuka tirai, mandi, beribadah, melakukan peregangan ringan, atau sekadar menikmati suasana pagi tanpa gangguan layar.
Baca Juga: Bantu Dosen Hadapi Pelaporan BKD, Dunia Dosen Gelar Exclusive Class SISTER Update Mastery
Cahaya Pagi dan Gerak Tubuh Bisa Jadi Pilihan
Selain mengurangi paparan layar, rutinitas pagi juga dapat diisi dengan aktivitas yang membantu tubuh bertransisi dari kondisi tidur menuju keadaan aktif.
Sleep Foundation merekomendasikan paparan cahaya alami dan aktivitas fisik sebagai bagian dari kebiasaan setelah bangun tidur. Langkah sederhana seperti berjalan sebentar, melakukan peregangan, atau mendapatkan sinar matahari pagi bisa menjadi pilihan.
Kebiasaan kecil tersebut mungkin terlihat sepele. Namun, justru rutinitas sederhana yang dilakukan berulang kali dapat membentuk pola pagi yang lebih sehat.
Baca Juga: Mahasiswa Ngamuk Rusak Bendera dan Palang Pintu Kereta di Sleman-Bantul, Polda DIY Ungkap Motifnya
Meletakkan ponsel sedikit lebih jauh dari tempat tidur juga bisa menjadi cara praktis. Dengan begitu, seseorang tidak dapat langsung meraihnya begitu alarm berbunyi.
Pada akhirnya, membuka HP setelah bangun tidur bukanlah sesuatu yang otomatis buruk. Ponsel tetap menjadi alat penting untuk komunikasi dan mendapatkan informasi.
Yang perlu dijaga adalah batasnya.
Jangan sampai beberapa menit pertama setelah membuka mata justru habis untuk mengejar notifikasi, membaca kabar buruk, dan menggulir media sosial tanpa tujuan.
Baca Juga: Menatap Wajah Baru Kulon Progo: Ketika Harapan Pembangunan Berpadu Restu Ngarso Dalem
Memberi jeda sebelum menyentuh layar bisa menjadi cara sederhana untuk mengambil kembali kendali atas pagi hari.
Sebab, sebelum dunia digital memenuhi kepala dengan berbagai suara, ada baiknya seseorang memberi dirinya sendiri waktu untuk benar-benar bangun. (Seli)
Editor : Iwa IkhwanudinSumber : Berbagai Sumber