Sering Makan Seblak Prasmanan? Waspadai Risiko Penyakit Kronis Ini! 

Yunita Tri Hastuti • Dipublikasikan Jumat, 28 Agustus 2026 | 11:07 WIB
Seporsi Seblak. (AI Generated)
Seporsi Seblak. (AI Generated)

 

RADAR MALIOBORO -  Salah satu kuliner yang menjadi favorit utama, khususnya di kalangan anak muda, adalah seblak.

Makanan khas Bandung berbahan dasar kerupuk basah ini sudah sangat familier dan selalu menjadi pilihan populer saat berburu jajanan pedas.

Perpaduan kuah pedas dan gurih yang menyatu dengan kerupuk serta sayuran terasa semakin memikat, terlebih dengan hadirnya tren seblak prasmanan yang memungkinkan pembeli bebas memilih topping sesuai selera.

Tersedia juga beberapa pilihan isian seperti mie, bakso ikan, tempura, sosis, dan masih banyak lainnya.

Baca Juga: Desil DTSEN Bermasalah, Komisi D DPRD Kota Jogja Turun Temui Warga

Namun, di balik kenikmatan kuliner tersebut, terdapat potensi bahaya yang perlu diwaspadai. 

Sebagian besar gerai seblak menggunakan frozen food sebagai topping.

Bahan makanan olahan ini umumnya mengandung zat pengawet yang jika dikonsumsi setiap hari dapat berdampak buruk bagi kesehatan. Selain itu, seblak mengandung kalori, lemak, serta natrium (garam/MSG) yang cukup tinggi.

Melansir penelitian dari Universitas Pamulang (UNPAM), konsumsi seblak secara berlebihan dapat membawa dampak serius bagi tubuh, mulai dari gangguan sistem pencernaan, metabolisme, hingga komplikasi organ vital.

Baca Juga: Usai Viral Gajah Sulong, Pemerintah Malaysia Langsung Turun Tangan Keluarkan Pernyataan Resmi 

Rasa pedas yang menyengat dapat mengiritasi lambung sehingga memicu mulas, diare, sakit perut, hingga meningkatkan risiko penyakit maag dan gastritis.

Dari segi metabolisme, kandungan kalori serta lemak yang tinggi dalam porsi seblak berpotensi memicu kenaikan berat badan signifikan hingga obesitas, yang lambat laun merusak sistem metabolisme dan memperbesar risiko berkembangnya penyakit kronis seperti diabetes tipe 2.

Selain itu, kadar natrium berlebih dari garam dan penyedap rasa dapat meningkatkan tekanan darah secara drastis.

Baca Juga: Hujan Buatan Berbasis Garam, Bagaimana Teknologi Modifikasi Cuaca Bekerja?

Jika terjadi secara terus-menerus, hipertensi ini berisiko merusak struktur pembuluh darah serta organ jantung, yang pada akhirnya meningkatkan bahaya serangan jantung hingga stroke di kemudian hari.

Menikmati seblak tentu sah-sah saja, namun membatasi porsi serta frekuensi konsumsinya merupakan langkah bijak agar kelezatan kuliner ini tidak mengorbankan kesehatan jangka panjang.

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
Makan Seblak Seblak Prasmanan Waspadai Risiko Penyakit Kronis Sering Mengkonsumsi Seblak kesehatan