RADAR MALIOBORO - Memasuki usia 20-an sering dianggap sebagai masa ketika seseorang mulai benar-benar "dewasa".
Padahal, kenyataannya justru banyak hal terasa semakin membingungkan.
Mulai dari kuliah, pekerjaan, hubungan, pertemanan, uang, sampai pertanyaan sederhana seperti, "Sebenarnya aku mau jadi apa?"
Di usia ini, melihat teman sudah punya pekerjaan, mulai menghasilkan uang, punya pasangan, menikah, atau bahkan membangun bisnis sendiri bisa membuat seseorang merasa tertinggal.
Padahal, setiap orang sedang menjalani waktunya masing-masing.
Baca Juga: Vivian Jenna Wilson Bintangi Kampanye Desigual 'Born to Disobey'
Supaya tidak terlalu kewalahan, ada beberapa hal sederhana yang bisa mulai dilakukan.
1. Berhenti merasa harus punya semuanya di usia 20
Usia 20 bukan batas waktu untuk sudah sukses, punya pekerjaan tetap, punya pasangan, atau tahu persis masa depan.
Ada yang di usia 21 sudah bekerja.
Ada yang masih kuliah.
Ada yang baru menemukan minatnya di usia 24.
Ada juga yang ternyata harus mengubah rencana yang sudah dibuat sejak SMA.
Yang lebih penting adalah mulai mengenal diri sendiri dan mencoba berbagai hal.
Tidak masalah kalau ternyata pilihan pertama bukan pilihan yang tepat.
Baca Juga: Pesona Air Terjun Siluman di Langkat, Keindahan Alam yang Tak Selalu Bisa Ditemukan
2. Jangan menjadikan hidup orang lain sebagai patokan
Media sosial membuat kehidupan orang lain terlihat jauh lebih teratur daripada kehidupan sendiri.
Teman mengunggah wisuda, dapat pekerjaan, liburan, punya pasangan, atau membeli sesuatu yang sudah lama diinginkan.
Sementara kita mungkin sedang berada di kamar sambil memikirkan tugas, uang, dan masa depan.
Padahal, media sosial hanya menunjukkan sebagian kecil dari kehidupan seseorang.
Baca Juga: Pantai Drini Gunungkidul, Surga Pesisir dengan Pulau Karang dan Panorama Laut yang Menawan
3. Belajar mengatur uang
Pisahkan kebutuhan dan keinginan.
Biasakan menyisihkan uang meskipun jumlahnya kecil.
Jangan sampai setiap mendapatkan uang langsung habis hanya karena merasa, “Mumpung masih muda.”
Menikmati hidup tetap boleh. Nongkrong, nonton konser, beli barang yang disukai juga boleh.
Yang penting jangan sampai kesenangan hari ini membuat diri sendiri kesulitan di kemudian hari.
4. Rawat tubuh, bukan cuma mengejar produktivitas
Tidur cukup, makan teratur, minum air, bergerak atau berolahraga, dan mengambil waktu untuk istirahat terdengar sederhana, tetapi sering menjadi hal pertama yang dikorbankan ketika sedang sibuk.
Tidak harus langsung punya rutinitas olahraga yang rumit. Jalan kaki, bersepeda, olahraga ringan, atau sekadar tidur lebih teratur juga merupakan bentuk merawat diri.
Baca Juga: Pantai Drini Gunungkidul, Surga Pesisir dengan Pulau Karang dan Panorama Laut yang Menawan
5. Pilih teman yang membuat hidup terasa lebih ringan
Memasuki usia 20-an biasanya mulai terasa bahwa tidak semua teman harus dipertahankan sedekat dulu. Ada teman yang cocok untuk ngobrol serius.
Ada yang cocok untuk bercanda. Ada juga yang hanya hadir pada fase tertentu dalam hidup.
Tidak perlu memaksakan diri mempertahankan hubungan yang terus membuat diri sendiri merasa tidak cukup, tidak dihargai, atau selalu harus menjadi orang lain.
6. Belajar berani mengatakan “tidak”
Di usia 20-an, keinginan untuk menyenangkan semua orang bisa cukup melelahkan.
Takut dianggap tidak enak, takut mengecewakan teman, atau takut kehilangan kesempatan akhirnya membuat seseorang menerima terlalu banyak hal. Padahal, mengatakan "nggak bisa", "aku nggak mau", atau "aku butuh waktu" bukan berarti menjadi orang jahat.
Menjaga batas diri justru penting supaya tidak terus-menerus melakukan sesuatu hanya karena takut mengecewakan orang lain.
Baca Juga: Eugenia Diva Sumbang Medali Perunggu di Cabang Olahraga Wushu Asian Games 2026
7. Jangan terburu-buru mencari pasangan hanya karena merasa kesepian
Melihat teman mulai pacaran atau menikah bisa membuat seseorang berpikir bahwa dirinya tertinggal.
Padahal, punya pasangan bukan tanda bahwa seseorang sudah berhasil menjalani kehidupan.
Begitu juga dengan tidak punya pasangan bukan berarti hidupnya gagal. Tidak perlu memaksakan diri hanya karena takut sendirian.
Baca Juga: Sadar Cinta Tak Bisa Hapus Insecurity, Ini Makna Mendalam di Balik Lagu 'The Cure' Olivia Rodrigo
8. Cari sesuatu yang benar-benar disukai
Usia 20-an adalah waktu yang cukup baik untuk mencoba banyak hal.
Tidak semua hal yang dicoba harus menjadi pekerjaan atau menghasilkan uang.
Ada hal-hal yang memang dilakukan hanya karena membuat hidup terasa menyenangkan.
9. Jangan takut kalau rencana hidup berubah
Mungkin saat SMA seseorang sudah membayangkan akan bekerja di tempat tertentu.
Setelah kuliah, ternyata keinginannya berubah. Atau sudah merasa cocok dengan suatu bidang, kemudian sadar bahwa bidang tersebut ternyata tidak sesuai.
Manusia memang bisa berubah setelah mendapatkan pengalaman baru.
Rencana hidup seharusnya bisa diperbarui ketika kita sudah mengetahui lebih banyak tentang diri sendiri.
Baca Juga: Anak Muda Kini Lebih Takut Tak Punya Karier Ketimbang Tak Punya Pasangan, Ini Penyebabnya
10. Punya tempat untuk “pulang”
Memiliki ruang untuk menjadi diri sendiri tanpa harus selalu terlihat baik-baik saja bisa sangat membantu ketika kehidupan sedang berat.
Bisa berupa sahabat yang bisa diajak cerita, keluarga, pasangan, komunitas, hobi, atau tempat tertentu yang membuat pikiran terasa lebih tenang.
11. Tidak harus produktif setiap saat
Ada hari ketika kita sangat produktif.
Ada juga hari ketika rasanya hanya ingin tidur, menonton film, mendengarkan musik, atau tidak melakukan apa-apa.
Kita tidak harus menghasilkan sesuatu setiap hari untuk membuktikan bahwa diri kita berharga.
12. Kalau memang sedang tidak baik-baik saja, cari bantuan
Ada perbedaan antara sedang lelah karena banyak aktivitas dan merasa terus-menerus kewalahan sampai mengganggu kehidupan sehari-hari.
Kalau perasaan seperti itu berlangsung lama atau terasa semakin berat, tidak perlu menunggu sampai benar-benar tidak sanggup.
Cerita kepada orang yang dipercaya atau mencari bantuan profesional merupakan pilihan yang wajar.
Baca Juga: Anak Muda Kini Lebih Takut Tak Punya Karier Ketimbang Tak Punya Pasangan, Ini Penyebabnya
Pada akhirnya, memasuki usia 20-an bukan tentang seberapa cepat kita bisa menjadi “orang dewasa yang sukses”.
Justru ini masa untuk belajar mengenal diri sendiri, mencoba, gagal, berubah pikiran, membangun hubungan, dan perlahan memahami kehidupan yang ingin dijalani.
Tidak harus punya rumah di usia 25.
Tidak harus menikah di usia tertentu.
Tidak harus punya pekerjaan impian sekarang.
Tidak harus selalu tahu mau ke mana, berhasil melewati satu hari dengan baik juga sudah cukup.
Dan kalau hari ini hidup terasa berantakan, bukan berarti seluruh masa depan juga akan seperti itu.
Editor : Meitika Candra Lantiva