Lebih Takut Orang Kurang Tidur daripada Makan Kurang Nasi, Ini Alasannya Menurut Dokter Yohana

Della Hardi Puspita • Dipublikasikan Rabu, 23 September 2026 | 14:39 WIB
Ilustrasi kurang tidur yang menurut dr. Yohana Onimerrynda lebih berbahaya daripada makan nasi.
Ilustrasi kurang tidur yang menurut dr. Yohana Onimerrynda lebih berbahaya daripada makan nasi.

 RADAR MALIOBORO - Bukan soal pantang makan nasi, dokter Yohana Onimerrynda justru mengaku lebih khawatir melihat pasien yang tidur hanya 4-5 jam sehari. Menurutnya, banyak orang terlalu fokus menjaga makan, tapi abai pada jam tidur yang ternyata dampaknya jauh lebih besar bagi kesehatan.

Pernyataan dokter Yohana Onimerrynda belakangan menyita perhatian publik. Melalui unggahannya, ia mengungkapkan kegelisahannya terhadap tren begadang yang dianggap normal.

"Sebagai dokter, aku lebih takut sama orang yang kurang tidur daripada orang yang makan nasi," tulis dr. Yohana dalam unggahannya.

Ia menegaskan, pernyataan tersebut bukan berarti membenarkan makan nasi secara berlebihan. Poinnya adalah, masih banyak orang yang begitu ketat mengatur pola makan, namun menganggap tidur 4-5 jam setiap malam sebagai hal yang biasa.

Padahal secara medis, tidur memiliki peran vital. Bukan sekadar menghilangkan kantuk, tidur adalah waktu bagi tubuh untuk memperbaiki fungsi otak, menstabilkan hormon, menjaga metabolisme, dan memperkuat daya tahan tubuh.

Baca Juga: El Niño Sangat Kuat, Tapi Tanah Karo Justru Diguyur Hujan Hampir Setiap Hari, Apa Penyebabnya?

Jika begadang hanya sesekali, efeknya mungkin hanya mengantuk dan lemas keesokan harinya. Namun jika kurang tidur sudah menjadi rutinitas, dampaknya akan terasa jelas, seperti sulit fokus, mudah lupa, mood tidak stabil, hingga tubuh tetap merasa capek meski baru bangun tidur.

Bahkan, kebiasaan ini dalam jangka panjang dikaitkan dengan risiko penyakit serius seperti obesitas, diabetes tipe 2, hipertensi, dan penyakit jantung. Tak heran jika orang dewasa dianjurkan tidur selama 7-9 jam setiap malam.

Yang menarik, kurang tidur juga diam-diam bisa menggagalkan program diet. Hal ini juga dijelaskan dr. Yohana dalam thread edukasinya.

"Kenapa tidur itu penting? Karena kurang tidur bisa membuat kita makan lebih banyak tanpa sadar," jelasnya.

Baca Juga: Ponpes Lombok Mendadak Ramai, Orang Tua Jemput Anak Usai Dugaan Pelecehan Mencuat

Ia mengutip sebuah penelitian uji klinis yang menunjukkan bahwa pembatasan jam tidur dapat meningkatkan rasa lapar, keinginan untuk makan, hingga membuat porsi makan jadi lebih besar.

"Makanya ada pasien yang bilang: 'Dok, saya sudah diet. Nasi sudah dikurangi. Kok BB tetap susah turun?' Lalu setelah ditanya mendalam, 'Tidur berapa jam?' 'Paling 4-5 jam, Dok.' Nah, di sinilah sering menjadi celahnya," ungkap dr. Yohana.

Lalu bagaimana dengan pekerja shift yang memang sulit mendapat tidur malam?

Menurut dr. Yohana, pekerja shift memang memiliki tantangan lebih besar karena jam tidurnya bertabrakan dengan ritme sirkadian alami tubuh. Kondisi ini bahkan berisiko meningkatkan kesalahan dan kecelakaan kerja.

Untuk itu, ia membagikan strategi tidur yang lebih realistis bagi pekerja shift:

1. Tidur Jadi Prioritas Setelah Shift Malam

Baca Juga: Kebakaran di Kebayoran Lama Rugikan Rp1,2 Miliar, 150 Jiwa Kehilangan Tempat Tinggal Sementara

Begitu pulang kerja, langsung tidur. Jangan korbankan waktu tidur untuk pekerjaan rumah atau aktivitas lain yang bisa ditunda.

2. Kejar Total Durasi Tidur 7 Jam

Tidur utama bisa dikombinasikan dengan tidur tambahan (nap) yang terencana jika memang tidak bisa tidur 7 jam sekaligus.

3. Jadikan Kopi Sebagai Alat Bantu, Bukan Pengganti Tidur

Baca Juga: Dony Tri dan Yakob Sayuri Gagal Tampil di FIFA ASEAN Cup 2026 Akibat Masalah Kesehatan

Kafein memang bisa menjaga kewaspadaan, tapi hindari minum kopi terlalu dekat dengan jadwal tidur.

4. Ciptakan Suasana Kamar Seperti Malam Hari

Saat harus tidur di siang hari, buat kamar menjadi gelap, sejuk, dan tenang. Gunakan tirai blackout, eye mask, atau earplug agar tidur lebih nyenyak.

5. Siapkan Makanan Sehat Sebelum Shift

Jangan biarkan kondisi lelah karena kurang tidur memicu balas dendam makan. Siapkan bekal dengan komposisi seimbang antara protein, serat, dan karbohidrat.

Baca Juga: Jay Idzes Dihantam Cedera, Kevin Diks Siap Komandoi Skuad Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026

6. Manfaatkan Power Nap

Tidur singkat 10-30 menit di sela jam kerja boleh dilakukan untuk meningkatkan fokus dan performa. Namun, power nap hanya sebagai penolong sementara, bukan pengganti tidur utama.

Pada akhirnya, pesan yang ingin disampaikan dr. Yohana cukup sederhana. Menjaga makan dan rutin olahraga memang penting, tapi jangan sampai lupa bahwa tubuh juga butuh tidur yang cukup dan berkualitas.

"Karena makan sudah dijaga, olahraga sudah jalan, tapi kalau tiap malam masih tidur jam 2 dan jam 6 sudah bangun, ya tubuh tetap bisa protes juga," tutupnya.

Editor : Iwa Ikhwanudin
Sumber : Berbagai Sumber
kurang makan makan nasi yohana dokter kurang tidur