RADAR MALIOBORO - Kabupaten Magetan Jawa Timur memiliki beragam Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) berbagai sektor. Mulai kuliner asal pangan lokal, kerajinan, hingga produk fashion.
Namun transformasi serta digital dalam meningkatkan efisiensi jangkauan pasar dan kemampuan bersaing, belum banyak dilakukan.
Universitas Gadjah Mada (UGM) menerjunkan 78 mahasiswa kuliah kerja nyata (KKN) asal lintas disiplin ilmu.
Tersebar di Kecamatan Takeran Magetan dan dua lokasi yang berbeda di Kecamatan Plaosan Magetan. Mereka membantu memetakan potensi dan penguatan kelembagaan UMKM melalui pemanfaatan media digital. Agar memiliki kemampuan daya saing tinggi.
Rektor UGM Prof Ova Emilia mengaku bangga atas pengabdian yang dilakukan mahasiswa UGM itu. Karena memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat Magetan.
“Saaya senang melihat kiprah mahasiswa dan melihat bagaimana mereka berinteraksi dengan warga. Beruntungnya, di tiap daerah kami memiliki alumni, dan link dengan KAGAMA (Keluarga Alumni Universitas Gadjah Mada) yang memudahkan mahasiswa KKN UGM untuk menjalin dan berkolaborasi dalam membuat program kerja,” ujar Ova saat memberikan sambutan di kegiatan monitoring dan evaluasi (monev) KKN, Jumat (9/8/2024), di Kantor Kecamatan Takeran, Magetan, Jawa Timur.
Ova menambahkan KKN UGM sudah berjalan selama 70 tahun. Dimulai sejak 1951 yang menunjukkan antara teori dan praktik harus saling melengkapi. Terutama bagi mahasiswa.
Sebab, teori yang didapat di kampus tidak akan memiliki makna jika tidak dipraktikkan di masyarakat.
“Jadi ayo kita berikan usulan-usulan terbaik karena saya yakin akan dibantu oleh KAGAMA dan pemerintah setempat untuk diwujudkan, dan program kerja ini akan menjadi calon masterpiece bagi semua mahasiswa KKN,” pesannya.
Camat Takeran Wisnu Bambang Dwi Hartono yang juga alumnus UGM, mengungkapkan merasakan perubahan yang signifikan di desanya setelah kedatangan mahasiswa KKN UGM. “Adik-adik dari UGM ini berbeda. Mereka bisa menempatkan diri dengan sangat baik di masyarakat sebagai intelektual muda. Salah satu program yang menarik adalah mereka mengajari kami tentang penjualan melalui platform digital sehingga distribusi sambel pecel kami sudah bisa sampai ke luar Magetan,” ungkapnya.
Wisnu mengucapkan banyak terima kasih kepada UGM dan berharap agar tahun depan desanya masih bisa menerima mahasiswa KKN. Menurutnya, sentuhan mahasiswa terhadap bidang pertanian juga sangat berbeda dengan menginisiasi untuk pertemuan rutin ke semua Kelompok Tani dan PPL (Penyuluh Pertanian Lapangan) untuk kolaborasi membahas pertanian pangan dan hortikultura.
Tiara, salah seorang anggota tim mahasiswa KKN di Takeran menjelaskan tentang beberapa program unggulan untuk UMKM baik di tingkat desa maupun dusun. “Untuk tingkat desa karena kami fokus ke UMKM batik, kami membantu promosi, menciptakan inovasi motif baru, kemudian juga ada mesin pengolah limbah batik,” jelasnya.
Pada monev KKN di Kabupaten Magetan kali ini ditutup dengan penyerahan mesin pengolah limbah batik yang dibuat oleh mahasiswa KKN. Diserahkan oleh Rektor UGM ke warga Kecamatan Takeran. (iwa)
Editor : Iwa Ikhwanudin