Kebun komunitas Kelompok Wanita Tani (KWT) Karya Manunggal di Kelurahan Sorosutan, Kemantren Umbulharjo, Kota Yogyakarta, kini tampil lebih tertata dan produktif. Melalui Program Kemitraan Masyarakat (PKM), Tim Pengabdian Universitas Sebelas Maret (UNS) mengoptimalkan demplot sayuran dan revitalisasi demplot tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai upaya mendukung ketahanan pangan keluarga sekaligus pemberdayaan masyarakat di kawasan perkotaan.
Selama ini KWT Karya Manunggal telah aktif mengembangkan konsep integrated urban farming melalui budidaya berbagai komoditas, seperti sayuran, TOGA, ayam, dan ikan. Namun, hasil identifikasi lapang menunjukkan masih terdapat beberapa tantangan, diantaranya penataan demplot TOGA yang belum optimal, produktivitas sayuran yang belum stabil, serta penentuan harga jual yang masih dilakukan secara sederhana.
Berdasarkan kondisi tersebut, tim pengabdian Universitas Sebelas Maret (UNS) melakukan pendampingan dan pelatihan pada Senin (13/07/2026) yang diikuti oleh 16 anggota KWT Karya Manunggal. Kegiatan difokuskan pada penguatan kapasitas kelompok yang tidak hanya diarahkan pada peningkatan teknik budidaya, tetapi juga pembentukan sistem pengelolaan kebun yang lebih produktif, berkelanjutan, dan memberikan nilai ekonomi bagi anggota KWT.
Baca Juga: Bosan Bawa Bakpia? Ini 3 Oleh-Oleh Anti-Mainstream Jogja yang Wajib Diborong
Program diawali dengan optimalisasi demplot sayuran dan revitalisasi demplot TOGA melalui penataan kawasan budidaya, perbaikan bedengan tanam, penataan area pembibitan dan media tanam, pembangunan pergola tanaman rambat, serta persiapan pemasangan sistem irigasi tetes. Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan program, tim menyediakan berbagai sarana dan prasarana pendukung, antara lain peralatan pertanian, media tanam, pupuk, bibit sayuran dan lain sebagainya.
Selain melakukan perbaikan demplot, tim pengabdian UNS juga menyelengarakan pelatihan teknik-teknik urban farming serta upaya pengendalian hama dan penyakit, khususnya hama kutu dan lalat buah.
Perubahan kawasan terlihat dari kondisi sebelum dan sesudah pelaksanaan program. Area TOGA yang sebelumnya belum tertata kini menjadi lebih rapi. Penambahan fasilitas budidaya dan penataan kawasan menjadikan lingkungan kebun lebih fungsional, nyaman, serta mendukung aktivitas kelompok secara berkelanjutan.
Program Kemitraan Masyarakat ini diketuai oleh Dr. Susi Wuri Ani, S.P., M.P., bersama Prof. Dr. Agr. Sc. Ernoiz Antriyandarti, S.P., M.P., M.Ec., Putriesti Mandasari., S.P., M.Si., Ph.D., Dr. Ir. Elika Joeniarti, M.Si., dan Bayu Setya Hertanto, S.Pt., M.Sc., dengan melibatkan mahasiswa dalam pelaksanaan kegiatan. Pelaksanaan kegiatan juga berkolaborasi dengan ”Bustan Sustainability” melalui pelatihan dan pendampingan teknis urban farming oleh pendirinya, Syafni Sukmana, S.P., M.Sc. Selain itu, kegiatan turut menggandeng ”SENUANSA”, pelaku usaha lokal binaan Program Gandeng Gendong Kelurahan Sorosutan, sebagai bentuk dukungan terhadap pemberdayaan ekonomi masyarakat setempat.
Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 2 (Zero Hunger), SDG 8 (Decent Work and Economic Growth), SDG 11 (Sustainable Cities and Communities), dan SDG 17 (Partnerships for the Goals). Kegiatan ini merupakan bagian Program Kemitraan Masyarakat Universitas Sebelas Maret yang didanai oleh Pusat Penelitian Pedesaan dan Pengembangan Daerah (PUSLITDESBANGDA), Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Sebelas Maret.
Editor : Bahana.