Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Wisata Alam Tapak Menjangan Pekalongan: Sejarah, Pesona, dan Harga Tiket Masuknya

Wulan Destiana Maharani • Senin, 6 Mei 2024 | 22:12 WIB
Wisata alam Tapak Menjangan.
Wisata alam Tapak Menjangan.

RADAR MALIOBORO- Tempat wisata alam Tapak Menjangan Pekalongan tak hanya menyuguhkan pemandangan indah namun juga menawarkan uji adrenalin jika Anda berminat.

Jika Anda sedang mencari wisata alam di Pekalongan tanpa medan yang  terlalu luas, cobalah mengunjungi tempat wisata yang diperkenalkan di sini.

Terdapat sebuah bendungan di kecamatan Doro, Kabupaten Pekalongan, dekat sekali dengan Desa Kasogunung, dan disebelahnya terdapat sebuah sungai kecil  yang airnya sangat jernih dan segar.

Baca Juga: Cokelat Viral di TikTok Tahun 2024, Para Pecinta Coklat Wajib Coba Nih

Objek wisata alam yang bernama Tapak Menjangan ini merupakan objek wisata yang  banyak menarik wisatawan dari daerah lain di sekitar Pekalongan.

Tempat wisata alam tapak menjangan di Pekalongan ini selain menyuguhkan pemandangan indah, juga menawarkan kesempatan untuk berenang dan arung jeram dengan peralatan yang  disediakan pihak pengelola.

Namun jika Anda hanya ingin menikmati pemandangan, ada beberapa tempat yang bisa Anda nikmati keindahan ciptaan Tuhan.

Baca Juga: Yang Belum Nonton Wajib Simak! Berikut Sinopsis Film Menjelang Ajal yang Tayang di Bioskop Pada 30 April 2024 Lalu

Salah satunya  di warung makan dekat sungai tempat Anda bisa memesan  kopi dan cemilan.

Sejarah Tapak Menjangan 

Berkunjung ke Tapak Menjangan belum lengkap rasanya jika belum mengetahui  sejarahnya.

Nama Tapak Menjangan tidak muncul begitu saja. Nama objek wisata ini lahir dari cerita rakyat yang berkembang di masyarakat sekitar.

Baca Juga: Timnas Indonesia U-23 Telah Tiba di Paris untuk Mainkan Pertandingan Playoff Melawan Guinea

Pada suatu ketika, ada dua orang pemuda yang ingin membangun musala di dalam hutan yang kini menjadi tapak menjangan.

Kedua pemuda tersebut bernama Singa Loh dan Singa Aji, Meskipun mereka bersaudara, ada perbedaan mencolok dalam watak mereka.

Sang kakak, Singa Loh, memiliki kepribadian yang keras kepala, dan sang adik, Singa Aji, memiliki kepribadian yang sabar dan tekun.

Singkat cerita, upaya mereka  membangun mushola menghadapi banyak tantangan. Singa Loh sudah putus asa atas apa yang  terjadi, namun sang adik tetap bersabar, tekun bahkan berkali-kali melakukan tirakat hingga berhasil melewati ujian ini dengan baik.

Baca Juga: Ini Dia 8 Rekomendasi Jus Diet yang Tinggi Serat dan Rendah Gula, Cocok untuk yang Suka Pilih-pilih Makanan

Salah satu kendala yang mereka alami adalah ketika hendak membangun kolam untuk berwudhu, letak mushola dengan sumber air terdekat cukup jauh, sehingga sangat sulit untuk bisa mengalirkan air ke mushola yang sudah mereka buat.

Singa Aji  optimis  kolam mushola akan terisi air, Singa Loh pesimis dengan apa yang akan dilakukan adiknya.

Bhakan ia sampai bersumpah akan moksa di tempat tersebut jika Singa Aji berhasil membuat kolam.

Baca Juga: Mulai Blueberry hingga Anggur, Inilah 8 Jenis Buah Beri yang Paling Bagus untuk Dikonsumsi

Setelah melewati banyak usaha  yang keras dengan diiringi tirakat, Singa Aji berhasil menyalurkan air dari mata air ke dalam kolam di mushola.

Singa Lo kagum dengan kerja keras adiknya namun menyadari bahwa dia terlalu egois dan keras kepala.

Untuk memenuhi sumpahnya, Singa Lo akhirnya melakukan moksa di kolam yang dibangun oleh adiknya.

Namun Singa Aji memperingatkan kakanya untuk tidak melakukan hal tersebut dan berjanji tidak akan mengungkit masalah tersebut lagi jika Singa Loh tidak memenuhi sumpahnya.

Baca Juga: Kelebihan dan Kekurangan Realme C55, Dibanderol Harga Rp 2,4 Juta, Apakah Layak Dibeli?

Adiknya menasihati Singa Loh mengenai niat awalnya untuk membangun mushola dan pemukiman.

Singa Loh setia pada pendiriannya dan sumpah yang telah disumpahnya untuk tidak pernah dilanggar.

Akhirnya Singa Loh melakukan Moksa di kolam mushla, dan tempat Singa Aji memberi wajangan untuk Singa Loh diberi nama ‘Tapak Mejang’ dan sekarang disebut Tapak Mejangan.

Harga Tiket Masuk Tapak Menjangan 

Jika Anda sekadar ingin menikmati keindahan  alam Tapak Menjangan, tak perlu merogoh kocek dalam-dalam. Cukup bayar biaya parkir sebesar Rp 2.000.

Namun jika  ingin melakukan arung jeram,  Anda harus membayar Rp 10.000 untuk  sewa peralatan arung jeram.

Baca Juga: Remaja Sehat Tanpa Anemia dan Stunting: Simak Caranya!

Melakukan arung jeram di Tapak Menjangan pasti seru banget, karena airnya yang jernih dan deras akan menguji adrenalin kita.

Itulah sedikit penjelasan tentang wisata alam di Tapak Menjangan Pekalongan.

Kalau ke sana tetap dijaga yakebersihannya.(*)

Editor : Iwa Ikhwanudin
#menjangan #Tapak #pekalongan