RADAR MALIOBORO - Dari sekian banyak spot wisata di Kebumen, Pantai Kembar Terpadu merupakan tempat yang paling cocok untuk melepas penat tanpa perlu memikirkan biaya lebih. Pengunjung hanya akan diminta membayar parkir secara sukarela jika ingin masuk area pantai.
Pantai ini berada di ujung barat Kecamatan Puring. Tepatnya masuk Desa Tambakmulya. Butuh waktu sekitar 30 menit dari pusat kota Kebumen jika ingin berwisata di pantai tersebut.
Akses menuju Pantai Kembar Terpadu pun terbilang cukup mudah karena dekat dengan JJLS maupun Jalan Daendles. "Memang sengaja tidak buat tiket. Supaya masyarakat ikut menikmati," kata Pengelola Pantai Kembar Terpadu, Parjiman, Jumat (31/5).
Pengembangan pantai ini mulai dirintis sejak tahun 2015. Dari awal buka masyarakat telah bersepakat untuk tidak menarik tiket masuk. Melainkan hanya retribusi parkir. Itu pun tanpa ketentuan mematok besaran biaya parkir.
"Lebaran kemarin catatan kami ada puluhan ribu pengunjung. Pengelola dapat dari parkir Rp 30 juta sehari," ucap Parjiman.
Menurut Parjiman, keberhasilan pengelolaan Pantai Kembar Terpadu tak lepas dari nilai-nilai transparansi dan kejujuran antar petugas pengelola. Dalam praktiknya, pengunjung akan diarahkan untuk menyerahkan uang parkir ke dalam kotak tersedia.
Artinya petugas parkir tak diperbolehkan menerima uang secara langsung dari pengunjung. Hal ini sebagai bentuk antisipasi penyalahgunaan uang parkir.
Baca Juga: Penyanyi Anji Diduga Berselingkuh dengan Juliette Angela, Suami Juliette Bongkar Bukti
Baca Juga: Apa itu PPDB? Pahami Alur Pendaftaran Berdasarkan Jalur yang Dipilih
"Pas buka kotak parkir dihitung bareng, dilihat bareng. Semua tercatat lengkap. Kami utamakan manajemen sehat," ucapnya.
Parjiman menerangkan, selama ini pengelolaan Pantai Kembar Terpadu bertahan tanpa dukungan anggaran pemerintah. Seluruh kebutuhan biaya pengelolaan pantai hanya mengandalkan perolehan hasil parkir secara sukarela.
Dia mengaku, meski minim perhatian dari pemerintah, namun pengelola tetap mampu membenahi fasilitas hingga memberikan honor petugas wisata. "Kami pakai filosofi orang Jawa. Orang Jawa itu kalau patokan ikhlas justru kasih lebih banyak," ungkapnya.
Menurutnya, konsep ini terbukti ampung menarik minat pengunjung. Bahkan rerata lebih dari 3.000 pengunjung datang setiap akhir pekan tiba. Kondisi ini, kata Parjiman, tentu memberikan dampak positif terhadap perekonomian warga.
Baca Juga: Apa itu PPDB? Pahami Alur Pendaftaran Berdasarkan Jalur yang Dipilih
Baca Juga: Selamatkan Warisan Budaya, Indonesia Heritage Agency Diluncurkan
Terutama yang membuka lapak jualan maupun menawarkan jasa di tepi pantai. "Pada akhirnya kalau orang nyaman, merasa tidak terberati ongkos. Pantai jadi ramai, pedagang kena dampak," beber Parjiman.
Salah satu pengunjung, Sunaryo, 37, mengapresisi manajemen pengelolaan Pantai Kembar Terpadu. Menurutnya, menikmati keindahan pantai tanpa dipungut biaya tiket masuk menjadi daya tarik tersendiri.
Justru, kata dia, konsep ini perlu diterapkan untuk destinasi wisata lain, baik milik pemerintah maupun swasta. "Bagus ya. Kalau tempat lain, mau foto saja harus bayar lagi. Di sini cuma tarikan parkir. Itu juga seikhlasnya," ujarnya. (fid)
Editor : Heru Pratomo