Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Keindahan Dieng Culture Festival, Memoles Wisata Alam dengan Kesenian dan Budaya

Meitika Candra Lantiva • Jumat, 28 Juni 2024 | 22:39 WIB

 

Dieng Culture Festival.
Dieng Culture Festival.


RADAR MALIOBORO - Jika sudah pernah bermain ke Jawa Tengah pasti tidak asing dengan daerah yang terkenal dengan kuliner khas Mie Ongklok.

Ya, dataran tinggi Dieng.

Dataran yang diapit oleh jajaran perbukitan di sisi utara dan selatan ini, menampilkan pesonanya tersendiri.

Pegunungan Dieng secara geografis berada di antara kompleks Puncak Rogojembangan di sebela barat dan Gunung Sindoro serta Sumbing di sisi timur.

Dataran Tinggi Dieng sendiri menempati kawasan yang memiliki lebar (utara-selatan) 4-6 km dan panjang (barat-timur) 11 km.

Secara administrasi dataran tinggi Dieng berada dalam wilayah Kecamatan Batur dan Sebagian Kecamatan Pejawaran, Kabupaten Banjarnegara, Kecamatan Kejajar, Kabupaten Wonosobo.

Dataran selatan dari Desa Praten, Bawang, Kabupaten Batang.

Dieng memiliki ketinggian dataran berada pada 1.600 sampai 2.100 mdpl, suhu udara pada Dieng sendiri berkisar 12-20 derajat celcius di siang hari dan 6-10 derajat celcius di malam hari.

Namun apakah sobat sekalian mengetahui bahwa di Dieng memiliki Festival Budaya yang sangat sayang untuk dilewatkan yaitu Dieng Culture Festival (DCF).

DCF biasanya diadakan pada pertengahan tahun, sejak 2010 lalu.

Lalu apa itu Dieng Culture Festival (DCF), ada hal menarik apa saja yang terdapat di, berikut ulasannya!

1. Apa Itu Dieng Culture Festival


Dieng Culture Festival merupakan acara festival budaya dengan konsep sinergi antara unsur budaya masyrakat, potensi wisata alam yang dimiliki Dieng, serta pemberdayaan masyrakat lokal agar bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki.

Digagas pertama kali oleh Kelompok sadar Wisata Dieng Pandawa, acara Dieng Culture Festival (DCF) ini pertama kali diselenggarakan pada tahun 2010, bekerja sama dengan Equator Sinergi Indonesia, dan Dieang Ecotourism.

Awalnya acara (DCF) ini bernama Pekan Budaya Dieng, namun pada tahun ketiga ketika diselenggarakan, panitia dan masyarakat mengganti namanya dengan yang dikenal saat ini.


Dieng Culture Festival ini tidak hanya berniat untuk memperkenalkan budaya dan alam Dieng pada wisatawan yang hadir, acara tersebut bertujuan untuk membuat masyrakat paham betapa pentingnya pariwisata untuk kehidupan secara umum, salah satunya dari sektor pariwisata.

2. Daya Tarik Dan Keunikan Dieng Culture Festival


Daya tarik dan keunikan dari festival DCF ini adalah sama seperti festival budaya di kota atau daerah lain, keunikan utama dari Dieng Culture Festival ini adalah pada budaya yang diangkat, yakni budaya masyrakat Dieng.

3. Ruwatan Bocah Rambut Gimbal


Menjadi acara puncak setiap tahun, Ruwatan Bocah Rambut Gimbal adalah prosesi penyucian yang sudah lekat dengan budaya dan adat di Jawa, khususnya Dieng.

Acara ruwatan ini bertujuan untuk mengusir nasib buruk atau kesialan pada si anak gimbal dan masyarakat Dieng pada umumnya.


Anak berambut gimbal sendiri merupakan fenomena unik yang sudah ada sejak lama di Dieng.

Anak-anak dengan usia 40 hari hingga 6 tahun memiliki rambut gimbal, dan dipercaya sebagi titipan Kyai Kolodete, yakni salah satu pejabat di masa Mataram Islam yang ditugaskan di Wilayah Dieng.

Baca Juga: 5 Destinasi Wisata Ramah Keluarga di Bantul, Jogja


Acara Ruwatan Bocah Rambut Gimbal ini dilaksanakan dengan rangkaian doa di beberapa tempat, seperti candi Dwarawati, komplek candi Arjuna, Sendang Maerokoco, candi Garorkaca, Telaga Balaikambang, candi Bima, kawah Sikidang, gua di Telaga warna, kali Pepek dan tempat pemakaman Dieng.

4. Jazz Di Atas Awam


Selain acara Ruwatan Bocah Rambut Gimbal Dieng Culture Festival juga menghadirkan Jazz Di Atas Awan, para pengunjung juga bisa menikmati Jazz Di atas Awan yang kini acara tersbut sudah menjadi agenda nasional.

Acara ini mempertontonkan penampilan musisi Jazz langsung dari dataran tinggi Dieng yang sering diselimuti kabut.

Tentu suasana akan menjadi syahdu saat alunan musik jazz berpadu dengan nuansa sejuk dan pemandangan yang luar biasa indah saat menikmatinya.

Selain agenda besar di atas, masih ada beberapa agenda lain yang juga menarik, Misalnya Dieng Bersih, sky lantern, pameran produk unggulan UMKM Dieng, pameran seni dan budaya serta masih banyak lagi.

Tertarik untuk melihat Dieng Culture Festival (DCF)? Kamu bisa merapat pada tanggal 23 - 25 Agustus 2024.

Dieng Culture Festival (DCF) akan balik lagi dengan tema "Back To The Journey" di Dieng, yuk agendakan! (Bayu Prambudi Susilo)

Editor : Meitika Candra Lantiva
#dieng culture festival #kesenian #DCF #fenomena unik #gunung sindoro #2024 #Mie Ongklok #pegunungan dieng #Sumbing #budaya #keindahan #wisata alam