Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mengenal Pesanggrahan Ambarrukmo di Sleman: Oase Tradisional di Tengah Gemerlap Hotel dan Pusat Perbelanjaan Modern

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 12 Juli 2024 | 22:00 WIB
Pesanggrahan Ambarukmo.   (kebudayaan.kemdikbud.go.id)
Pesanggrahan Ambarukmo. (kebudayaan.kemdikbud.go.id)

RADAR MALIOBORO - Pesanggrahan Ambarrukmo adalah bangunan bersejarah yang terletak di Jalan Laksamana Udara Adi Sucipto, Yogyakarta. 

Terletak di antara bangunan Ambarrukmo Plaza dan Hotel Ambarrukmo.

Awalnya, lokasi ini dikenal sebagai Kebon Jenu, sebuah kebun kerajaan pada masa Sultan Hamengku Buwono II.

Bangunan ini dibangun pada masa pemerintahan Sultan Hamengku Buwono V (1823-1855) dan pada saat itu masih bernama Pesanggrahan Arjopurno.

Kemudian saat diselesaikan pada masa Sultan Hamengku Buwono VII (1877-1921), namanya berganti menjadi Pesanggrahan Ambarrukmo.

Sesuai dengan SK Menteri NoPM.25/PW.007/MKP/2007, bangunan ini ditetapkan sebagai cagar budaya.

Kompleks Pesanggrahan Ambarrukmo terdiri dari beberapa bangunan, namun kini hanya ada tersisa delapan bangunan.

Yaitu Pendhapa, Paretan, Dalem Ageng, Bale Kambang, Selasar, dan Gandhok Tengen dan sebagian pagar serta gapura.

Beberapa bangunan hilang akibat pembangunan Hotel Ambarrukmo dan Plaza Ambarrukmo, seperti Gandok Kiwa dan Selasar Timur.

Pada ruangan depan akan ditemukan koleksi foto-foto Sultan Yogyakarta dari yang pertama hingga yang memerintah saat ini.

Terdapat pula simbol atau lambang Keraton Yogyakarta dan replika prasasti keraton yang ditulis dengan huruf Jawa.

Di ruangan tengah, terdapat buku yang mengulas sejarah Ambarukmo hingga hotel yang berdiri di sampingnya.

Ada ruangan kecil yang memamerkan kain batik dengan motif khas Keraton Yogyakarta lengkap dengan deskripsinya dan pada ruangan yang tepat berada di sampingnya, menyimpan dan memamerkan koleksi wayang kulit.

Bagian belakang Pesanggrahan Ambarrukmo memiliki kolam dengan bangunan berlantai dua di tengahnya.

Menunjukkan pengaruh arsitektur Eropa dengan ornamen dan pilar-pilar yang indah.

Meskipun telah direnovasi, bangunan ini masih mempertahankan bentuk aslinya dengan dinding dan pintu yang dicat ulang serta lantai yang diganti dengan keramik.

Selain sebagai tempat peristirahatan kerajaan, Pesanggrahan Ambarrukmo juga memiliki peran penting dalam sejarah Kabupaten Sleman.

Pada awal pembentukan Kabupaten Sleman, tempat ini digunakan sebagai kantor pusat pemerintahan.

Beberapa Bupati Sleman pernah berkantor di sini, termasuk Bupati Sleman periode pertama yakni KRT Pringgodiningrat (1945-1947) dan yang kedua, KRT Projodiningrat (1947-1950).

Saat ini, Pesanggrahan Ambarrukmo dikelola oleh Hotel Ambarrukmo dan difungsikan sebagai tempat pertunjukan seni, budaya, hingga resepsi pernikahan.

Putra dari Presiden Jokowi, Kaesang Pengarep menjadikan Pendopo Agung Ambarrukmo sebagai lokasi akad nikahnya dengan Erina Gudono pada tahun 2022 silam.

Pesanggrahan Ambarrukmo adalah oase tradisional yang menawarkan pandangan mendalam tentang sejarah dan budaya Yogyakarta, meski diapit oleh dua bangunan modern yang membayanginya.

(Rinda Martisa Fiorentina)

Sumber: Kapanewon Depok dan Jogjacagar

Editor : Iwa Ikhwanudin
#yogyakarta #Ambarrukmo #wisata jogja #Keraton #Pesanggrahan #jogja