RADAR JOGJA - Museum Ullen Sentalu adalah salah satu museum terkemuka di Yogyakarta yang menawarkan pengalaman unik dalam menyusuri jejak seni dan budaya Jawa, terutama mengenai kehidupan para bangsawan pewaris atau keturunan dinasti Mataram (Kesultanan Yogyakarta, Kasunanan Surakarta, Praja Mangkunegaran, dan Kadipaten Pakualaman).
Terletak di kawasan sejuk Kaliurang dan kaki Gunung Merapi, pengunjung dapat menikmati udara segar serta pemandangan alam yang menakjubkan sambil menjelajahi koleksi museum.
Sejak masa kolonial, daerah ini telah digunakan sebagai tempat liburan bagi orang Belanda dan darah biru Mataram.
Ketika mereka mengunjungi Kaliurang, orang Belanda akan mengatakan “naar boven” atau naik ke atas gunung.
Didirikannya Museum Ullen Sentalu diprakarsai oleh keluarga Haryono dan resmi dibuka pada 1 Maret 1994.
Nama “Ullen Sentalu” merupakan singkatan dari “ULating bLENcong SEjatiNe TAtaraning LUmaku” yang berarti “nyala lampu blencong menjadi petunjuk manusia dalam melangkah”.
Blencong sendiri adalah sumber cahaya berbentuk lampu minyak yang digunakan dalam pagelaran wayang kulit.
Pada tahun 2003, pengelolaan akhirnya dialihkan dari keluarga Haryono Hadiwidjono ke Yayasan Djojokusumo yang dimiliki oleh keluarga kerajaan Yogyakarta.
Koleksi dan Daya Tarik
Museum Ullen Sentalu kaya akan koleksi seni dan budaya yang beragam, terutama seperti koleksi dari keraton Yogyakarta dan Surakarta.
Baca Juga: Menikmati Keasrian Alam di Blumbang Roto, Magelang, Surga Tersembunyi di Tengah Hutan Pinus
Koleksinya meliputi pakaian adat, senjata tradisional, perak, batik, keramik, patung, lukisan, gambar, dan foto-foto keluarga kerajaan.
Arsitektur Museum Ullen Sentalu yang indah merupakan campuran antara unsur tradisional Jawa dan desain modern, lingkungan sekitar museum pun dikelilingi oleh panorama alam yang memanjakan mata.
Selain itu, Museum Ullen Sentalu menyediakan program edukasi yang menarik dan informatif seperti tour, lokakarya seni dan program-program pendidikan.
Museum juga menyelenggarakan acara-acara yang mencakup pameran seni, konser, dan acara budaya lainnya.
Terdapat café dan toko souvenir yang Anda bisa kunjungi, dimana tersedia makanan dan minuman lezat dan produk yang bisa dibeli baik untuk oleh-oleh atau kepentingan pribadi, seperti kain batik dan kerajinan tangan.
Informasi Harga Tiket dan Penjelasannya
•Tour Adiluhung Mataram: Rp50.000
Tour ini akan berfokus pada kehidupan keraton dan Anda akan diajak untuk memasuki masa lampau melalui lukisan, syair, serta foto-foto.
•Tour Skriptorium: Rp60.000
Tour ini akan berfokus pada sejarah, peradaban dan budaya.
Anda akan berjalan di antara script atau naskah akademis hasil riset dari Museum Ullen Sentalu yang membahas tentang nenek moyang Nusantara, kemegahan arsitektur dinasti Sailendra, masa keemasan Singosari-Majapahit, kerajaan Mataram hingga hadirnya kolonialisme, dan lain-lain.
•Tur Vorstenlanden: Rp100.000
“Vorstenlanden” adalah sebutan pemerintah Belanda bagi kerajaan Mataram yang berarti “Tanah Para Raja”.
Tour ini berfokus pada koleksi lukisan-lukisan yang menggambarkan kejayaan dari Kesultanan Yogyakarta dan Kasunanan Surakarta.
Ada pula rumah bergaya khas Indies bernama Esther Huis, dimana terdapat koleksi kebaya, batik, dan hiasan antik hasil akulturasi tiga budaya: Jawa-Belanda-Tionghoa.
•English Guided Tour: Rp100.000
Tour ini akan menyediakan penerjemah bagi wisatawan asing yang mengunjungi Museum Ullen Sentalu.
(Rinda Martisa Fiorentina)
Sumber: ullensentalu.com dan visit-jogja.com
Editor : Iwa Ikhwanudin