Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mengenal Kelenteng Fuk Ling Miau Gondomanan Jogja, Kelenteng Penuh Berkah dan Pusaka Tionghoa di Jantung Kota

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 19 Juli 2024 | 21:11 WIB
Kelenteng Fuk Ling Miau.   (Wikipedia)
Kelenteng Fuk Ling Miau. (Wikipedia)

RADAR MALIOBORO - Yogyakarta, kota yang kaya akan sejarah dan budaya, menyimpan banyak situs bersejarah yang menarik serta menunjukkan simbol keberagaman.

Salah satunya adalah Kelenteng Fuk Ling Miau, yang juga dikenal dengan nama Kelenteng Gondomanan.

Berdiri kokoh sejak 1846, kelenteng ini merupakan saksi bisu dari perjalanan panjang masyarakat Cina di Yogyakarta.

Kelenteng Fuk Ling Miau didirikan pada tahun 1846 oleh komunitas Tionghoa yang tinggal di Yogyakarta.

Berdasarkan surat keterangan hak milik tanah Nomor 121 tanggal 28 Juli 1846, kelenteng ini dibangun di atas tanah milik De Chinese Bevolhing.

Nama "Fuk Ling Miau" terdiri dari tiga kata:

“Miau” yang berarti kelenteng,

“Fuk” yang bermakna berkah,

“Ling” yang berarti tak terhingga.

Dengan demikian, “Fuk Ling Miau” dapat diartikan sebagai kelenteng penuh berkah yang tak terhingga.

Kelenteng ini juga dikenal dengan nama asli Hok Tik Bio, sebagaimana tercatat dalam laporan kegiatan pemberian penghargaan pelestarian kebudayaan warisan budaya tahun 1998/1999 Daerah Istimewa Yogyakarta.

Kelenteng Gondomanan resmi berstatus cagar budaya berdasarkan Peraturan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata No. PM.25/PW.007/MKP/2007.

Dari segi arsitektur, Kelenteng Fuk Ling Miau mencerminkan gaya khas Cina.

Ciri yang paling menonjol adalah dua patung naga yang bertengger di bubungan atapnya.

Kedua patung naga ini saling berhadapan, dengan mulut terbuka, ekor tegak lurus ke atas, dan tatapan tajam yang mengarah pada bola api atau mutiara di tengah-tengahnya.

Ragam hias dan warna yang digunakan juga sangat khas, menambah keindahan dan keunikan bangunan ini.

Kelenteng Fuk Ling Miau tidak hanya berfungsi sebagai tempat ibadah bagi umat Konghucu dan Buddha, tetapi juga sebagai simbol kebersamaan dan keberagaman di Yogyakarta.

Terletak di Jalan Brigjen Katamso No. 3, Prawirodirjan, Gondomanan, Kota Yogyakarta, kelenteng ini mudah diakses oleh para pengunjung yang ingin menyaksikan langsung keindahan dan keberkahan yang ditawarkan.

Kelenteng Fuk Ling Miau, dengan segala sejarah dan keunikan arsitekturnya, merupakan salah satu peninggalan berharga yang patut dilestarikan.

Selain sebagai tempat ibadah, kelenteng ini juga menjadi bukti nyata dari harmonisasi budaya dan agama yang ada di Yogyakarta.

(Rinda Martisa Fiorentina)
Sumber: Kebudayaan Kemdikbud

Editor : Iwa Ikhwanudin
#kota jogja #kelenteng #peraturan menteri #kebudayaan #Gondomanan