Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mengenal Desa Wisata Manding di Bantul: Menyelami Keindahan dan Tradisi Kerajinan Kulit Jogja

Iwa Ikhwanudin • Senin, 22 Juli 2024 | 22:36 WIB
Caption: Desa Wisata Manding. (foto: jadesta.kemenparekraf.go.id)
Caption: Desa Wisata Manding. (foto: jadesta.kemenparekraf.go.id)

RADAR MALIOBORO - Yogyakarta, kota yang terkenal dengan kekayaan budaya dan tradisinya, memiliki sebuah desa yang menjadi saksi bisu dari kekayaan seni kerajinan kulit.

Desa Manding, yang terletak di Kabupaten Bantul, adalah tempat di mana tradisi bertemu dengan inovasi, menawarkan produk kerajinan kulit berkualitas tinggi yang telah menarik perhatian dari seluruh dunia. 

Di tengah arus globalisasi dan kemajuan teknologi, mempertahankan warisan budaya dan tradisi adalah sebuah tantangan besar. Namun, Desa Manding di Yogyakarta berhasil melakukannya dengan luar biasa. Desa ini tidak hanya dikenal sebagai desa wisata, tetapi juga sebagai pusat kerajinan kulit yang masih mempertahankan teknik dan keahlian tradisional.

Desa Manding awalnya adalah pemukiman sederhana dengan mata pencaharian utama berupa pertanian. Namun, sejak tahun 1947, desa ini mengalami transformasi signifikan berkat inisiatif Ratno Suharjo, seorang pelopor kerajinan kulit. Berawal dari pengamatan di Museum Kereta Kencana Yogyakarta, Ratno dan rekannya belajar membuat produk kulit dan mulai memproduksi berbagai barang seperti ikat pinggang dan tas. 

Mereka kemudian menemukan pasar potensial di Pasar Ngasem, Yogyakarta, yang membuka jalan bagi ekspor produk kulit Manding ke negara-negara seperti India, Belgia, dan Australia. 

Keistimewaan kerajinan kulit Manding terletak pada penggunaan teknik tatah timbul. Teknik ini menciptakan efek timbul yang khas pada permukaan kulit, memberikan sentuhan artistik yang sulit ditemukan di produk kulit lainnya. Selain itu, produk-produk dari Manding dibuat dengan tangan, menjamin kualitas dan keunikan setiap item. 

Saat ini, Desa Manding telah berkembang menjadi desa wisata yang menawarkan pengalaman berharga bagi pengunjung. 

Selain membeli produk kerajinan kulit, pengunjung dapat mengikuti berbagai aktivitas, seperti membuat gantungan kunci atau dompet, serta pelatihan dalam teknik tatah timbul. Akses ke desa ini sangat mudah, terletak di Jl. Parangtritis Km 11, sekitar 15 km dari pusat kota Jogja.

(Rinda Martisa Fiorentina)

Sumber: sibakuljogja.jogjaprov.go.id dan gudeg.net

Editor : Iwa Ikhwanudin
#manding #bantul #kerajinan kulit