RADAR MALIOBORO - Gereja Hati Kudus Yesus, lebih dikenal sebagai Gereja Ganjuran, adalah paroki Katolik yang terletak di dusun Ganjuran, desa Sumbermulyo, kecamatan Bambanglipuro, Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Gereja Ganjuran juga merupakan gereja tertua di wilayah Bantul.
Gereja ini tidak hanya menjadi tempat ibadah bagi umat Katolik tetapi juga destinasi ziarah atau wisata religi yang menarik banyak pengunjung karena percampuran kultur antara Katolik, Jawa, dan Hindu yang kental.
Bangunan gereja ini bernuansa joglo dan dihiasi oleh ukiran-ukiran khas keraton. Altar gereja dihiasi malaikat yang mengenakan busana wayang orang, menjadikannya contoh penyesuaian gereja Katolik di Jawa yang paling menonjol.
Tanah yang kini menjadi tempat berdirinya Gereja Ganjuran dulunya merupakan bagian dari pabrik gula milik saudara Joseph dan Julius Schmutzer, dua orang Belanda. Pada tahun 1920, RP. van Driessch, seorang Yesuit, mulai berkhotbah di Ganjuran dan mendirikan komunitas Katolik. Jumlah umat Katolik di sana terus meningkat hingga pada tahun 1924, keluarga Schmutzer mendirikan gereja ini dengan van Driessch sebagai pastor pertama.
Pada tahun 1927, dibangunlah sebuah candi bercorak Hindu setinggi 10 meter yang mirip dengan Prambanan. Candi ini menampilkan Yesus dalam busana raja Jawa ala Mataram Kuno. Pada bagian bawah candi terdapat sumber air suci bernama Perwitasari dan kini terdapat 9 kran air untuk mempermudah akses bagi umat, pengunjung atau peziarah ke air suci tersebut. Mata air suci Perwitasari sangat jernih dan dipercaya dapat menyembuhkan berbagai jenis penyakit.
Sejak dibangun, Gereja Ganjuran terus berkembang. Pada tahun 1981, pastoran diperluas dan pada tahun 1995, gereja ini mulai lebih menekankan pembangunan candi dengan menambahkan 15 relief yang menggambarkan Jalan Salib.
Setelah gereja lama hancur oleh gempa bumi pada Mei 2006, gereja ini pun dibangun ulang dengan menghabiskan biaya Rp 7 miliar.
Gereja Ganjuran mengadakan berbagai program termasuk misa, bakti sosial, dan perayaan khusus. Liturgi dilakukan dalam bahasa Jawa atau Indonesia. Musik gamelan dan kroncong seringkali menjadi bagian dari upacara keagamaan di sini.
Kenduri atau Kenduri Lintas Iman adalah acara tahunan yang dilaksanakan setiap bulan Juni sejak tahun 1999.
Kenduri ini dimaksudkan untuk mengucapkan syukur atas segala berkat yang diterima umat Katolik, terutama umat di sekitar Ganjuran. Acara ini juga bertujuan melestarikan tradisi Jawa dan mengundang masyarakat dari berbagai agama.
Menurut Romo Gregorius Utomo, seorang budayawan sekaligus pastor senior di Gereja Ganjuran, kenduri lintas agama ini diadakan karena semua makhluk hidup adalah ciptaan Tuhan dan kita patut untuk selalu bersyukur.
Pada 27 November 2023, Gereja Ganjuran memberikan penghargaan dan ucapan terima kasih kepada Sri Sultan Hamengkubuwono X dalam rangka memperingati ulang tahun beliau yang ke-80.
Acara tersebut mengusung tema: Pahargyan Ekaristi Mangayubagya Yuswa Dalem Kaping 80 Sri Sultan Hamengku Bawono Kaping 10.
Walaupun secara resmi ulang tahun Ngarsa Dalem jatuh pada tanggal 2 April, Gereja Ganjuran memiliki alasan tersendiri untuk mengadakan acara ini di bulan November. Intinya, umat Katolik ingin berterima kasih kepada beliau atas jasanya dalam memberikan izin dan ruang bagi gereja Katolik untuk hadir dan berkembang bersama masyarakat di Yogyakarta.
(Rinda Martisa Fiorentina)
Sumber: gerejaganjuran.org, jogjasuper.co.id dan sumbermulyo.bantulkab.go.id
Editor : Iwa Ikhwanudin