RADAR MALIOBORO - Dataran Tinggi Dieng, yang merupakan bekas gunung vulkanik purba, menyimpan banyak keajaiban alam yang menakjubkan.
Salah satu yang paling memukau adalah Batu Ratapan Angin, sebuah formasi batuan besar yang terletak di atas Telaga Warna.
Batu ini menjadi destinasi strategis untuk menikmati pemandangan Telaga Warna dan Telaga Pengilon dengan latar belakang alam yang sempurna.
Batu Ratapan Angin terdiri dari dua batu besar yang berdampingan di atas bukit.
Dari sini, keindahan Telaga Warna terlihat seperti lukisan yang mempesona. Hembusan angin yang kencang sering kali menimbulkan suara mendesis, seolah-olah batu-batu ini sedang meratapi kesedihan, yang mungkin menjadi asal mula nama “Batu Ratapan Angin.”
Dalam budaya masyarakat setempat, setiap tempat seringkali diiringi dengan legenda atau cerita yang menghidupkannya.
Batu Ratapan Angin pun tidak luput dari hal ini. Konon, batu ini berkaitan dengan kisah kesetiaan dan pengkhianatan.
Dahulu kala, hiduplah seorang pangeran tampan dan putri cantik yang saling mencintai satu sama lain.
Namun, seiring berjalannya waktu, cobaan datang dalam bentuk orang ketiga yang menggoda sang putri.
Hubungan terlarang ini akhirnya terbongkar oleh sang pangeran yang menyaksikan sendiri perselingkuhan istrinya di hutan dekat Telaga Warna.
Dalam kemarahan dan kesedihan, terjadi pertarungan dahsyat antara pangeran dan kekasih gelap sang putri.
Angin puting beliung melanda, menghancurkan sekitarnya. Sang pangeran yang sakti mengutuk keduanya menjadi batu.
Sang putri berubah menjadi batu yang terduduk, sementara kekasih gelapnya menjadi batu yang berdiri.
Setelah kejadian itu, sang pangeran sering mengunjungi lokasi tersebut untuk memastikan keduanya tetap di sana sebagai pelajaran bagi rakyatnya tentang kejujuran dan pengkhianatan.
Suara angin yang bertiup dan membentur dinding bukit seakan-akan adalah ratapan penyesalan dari kedua batu tersebut.
Batu Pandang Ratapan Angin merupakan tempat yang sempurna untuk menikmati keindahan Telaga Warna.
Lokasinya yang berada di bukit memberikan panorama spektakuler yang bisa dinikmati dari ketinggian.
Selain pemandangan yang luar biasa, tempat ini juga menjadi salah satu spot foto terbaik di Dieng, dengan latar belakang telaga dan pegunungan yang indah.
Dari sini, pengunjung bisa melihat seluruh telaga dengan jelas, menikmati warna air yang kerap berubah-ubah.
Batu Pandang Ratapan Angin berlokasi di Desa Dieng Wetan, Kecamatan Kejajar, Wonosobo.
Jaraknya sekitar 27 km dari pusat kota Wonosobo, yang bisa ditempuh dalam waktu sekitar satu jam.
Untuk menikmati keindahan tempat ini, pengunjung perlu membayar tiket masuk seharga Rp. 10.000 per orang, dan biaya parkir kendaraan Rp. 3.000.
Tersedia juga jasa titip helm dengan tarif Rp. 2.000, sehingga pengunjung tidak perlu khawatir tentang keamanan helm meskipun wisata sedang ramai pengunjung.
(Rinda Martisa Fiorentina)
Sumber: diengplateau.com dan bob.kemenparekraf.go.id