Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Menapaki Jejak Sejarah Magelang: Salah Satu Kota Tertua di Indonesia dan Pulau Jawa yang Berusia 1.117 Tahun

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 1 Agustus 2024 | 22:06 WIB
Aerial view kota Magelang yang memperlihatkan kawasan sekitar alun-alun, masa kolonial Belanda. (foto: jejakkolonial.blogspot.com)
Aerial view kota Magelang yang memperlihatkan kawasan sekitar alun-alun, masa kolonial Belanda. (foto: jejakkolonial.blogspot.com)

RADAR MALIOBORO - Kota Magelang adalah salah satu kota tertua di Jawa setelah Salatiga dan Kediri, serta menjadi kota keempat tertua di Indonesia.

Sejarah Kota Magelang berawal dari desa perdikan Mantyasih, yang kini dikenal dengan Kampung Meteseh di Kelurahan Magelang.

Di kampung ini terdapat lumpang batu yang diyakini sebagai tempat upacara penetapan Sima atau Perdikan.

Berdasarkan prasasti Poh, prasasti Gilikan, dan prasasti Mantyasih yang ditulis di atas lempengan tembaga, diketahui bahwa Desa Mantyasih dan Desa Glangglang (yang kini menjadi Magelang) sudah ada sejak masa Mataram Hindu di bawah pemerintahan Raja Rake Watukura Dyah Balitung (898-910 M).

Hari jadi Kota Magelang ditetapkan pada tanggal 11 April 907 Masehi.

Penetapan ini berdasarkan Peraturan Daerah Kota Magelang Nomor 6 Tahun 1989, hasil seminar dan diskusi yang melibatkan pakar sejarah dan arkeologi dari Universitas Gadjah Mada, M.M. Soekarto Kartoatmodjo, serta berbagai penelitian di Museum Nasional dan Museum Radya Pustaka-Surakarta.

Magelang terus berkembang menjadi kota penting di Jawa.

Pada abad ke-18, ketika Inggris menguasai Magelang, kota ini dijadikan pusat pemerintahan setingkat Kabupaten dengan Mas Ngabehi Danukromo sebagai Bupati pertama.

Beliau merintis pembangunan alun-alun, bangunan tempat tinggal Bupati, serta sebuah masjid. Pada tahun 1818, Magelang dipilih sebagai Ibu kota Karesidenan Kedu.

Ketika pemerintahan Inggris ditaklukkan oleh Belanda, Magelang semakin berkembang.

Belanda menjadikan Magelang sebagai pusat lalu lintas perekonomian dan Kota Militer karena letaknya yang strategis, udaranya yang nyaman, serta pemandangannya yang indah.

Berbagai fasilitas perkotaan seperti toren atau menara air (dibangun tahun 1916) dan perusahaan listrik (beroperasi tahun 1927) turut melengkapi infrastruktur kota.

Menara air yang telah berusia lebih dari 100 tahun itu sekarang adalah landmark dari kota Magelang dan dijuluki ‘kompor raksasa’ oleh masyarakat setempat karena bentuk bangunannya yang menyerupai kompor minyak.

Menara air dibangun dan didesain oleh seorang arsitek Belanda bernama Herman Thomas Karsten.

Menara ini juga masih berfungsi sebagai tempat penampungan air oleh PDAM Kota Magelang dan mampu menampung 1,750 juta liter air.

Setelah masa kemerdekaan, Magelang terus berkembang hingga menjadi kota praja, kemudian kota madya, dan kini menjadi kota otonom dengan pemberian otonomi seluas-luasnya kepada daerah.

Sejalan dengan perkembangan tersebut, Kota Magelang telah berusia 1.117 tahun pada April 2024, menjadikannya salah satu kota tertua di Indonesia.

Kota Magelang bukan hanya sekedar kota tua, tetapi juga kota yang menyimpan banyak sejarah dan perkembangan yang signifikan.

Dari desa perdikan hingga menjadi pusat pemerintahan dan Kota Militer, Magelang terus berkembang menjadi kota yang penting di Jawa Tengah.

(Rinda Martisa Fiorentina)
Sumber: kotatoeamagelang.wordpress.com dan berbagai sumber.

Editor : Iwa Ikhwanudin
#sejarah magelang #Kota Magelang #MAGELANG BOROBUDUR #wisata magelang #magelang kota tua