Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Candi Umbul: Tempat Pemandian Air Hangat di Magelang yang Dulu Digunakan Putri-putri Bangsawan dan Persemadian Ksatria Mataram Kuno

Iwa Ikhwanudin • Jumat, 2 Agustus 2024 | 03:32 WIB
Pemandian air hangat Candi Umbul. (foto: Google/salsawisata.com, borobudurnews.com X/@WegoID)
Pemandian air hangat Candi Umbul. (foto: Google/salsawisata.com, borobudurnews.com X/@WegoID)

RADAR MALIOBORO - Candi Umbul, situs purbakala ini bukan hanya tempat wisata yang memikat, tetapi juga menyimpan cerita tentang masa lalu yang penuh kejayaan. Dibangun sejak zaman Wangsa Sanjaya dan Wangsa Syailendra, Candi Umbul kini menjadi salah satu objek wisata andalan di Kabupaten Magelang. 

Candi Umbul terletak di Desa Kartoharjo, Kecamatan Grabag, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Untuk mencapai lokasi ini, pengunjung dari arah Semarang bisa mengambil jalan ke kiri sebelum Kecamatan Pringsurat, Temanggung. Sekitar 400 meter dari jalan utama, kita akan tiba di lokasi yang memesona ini. Sedangkan dari arah Yogyakarta, rute yang bisa diambil adalah berbelok ke kanan di pertigaan Desa Krincing (sebelah utara Secang) menuju arah Grabag, kemudian mengikuti papan penunjuk arah ke Candi Umbul.

Nama “Candi Umbul” berasal dari kata “umbul” dalam bahasa Jawa, yang berarti gelembung. Nama ini menggambarkan fenomena air yang selalu menyembul dari dasar kolam, menciptakan efek gelembung. 

Situs ini memiliki dua kolam pemandian: kolam pertama di bagian atas berisi air panas yang mengandung belerang, sedangkan kolam kedua di bagian bawah berisi air dingin. Kolam-kolam ini dikelilingi oleh lapisan batu andesit yang memancarkan keanggunan arsitektur masa lampau.

Kolam pemandian Candi Umbul bukan hanya sekadar tempat untuk berendam. Di sekeliling kolam, terdapat berbagai relief tumbuhan, binatang, dan stupa yang menambah nilai historis situs ini. 

Pada zamannya, kolam ini merupakan tempat pemandian para putra-putri bangsawan. Batu-batuan yang tersebar di sekitar kolam menggambarkan fondasi dan tiang penyangga atap pelindung serta alas duduk untuk bersemadi para ksatria.

Dari relief dan beberapa petilasan berbentuk lingga dan yoni, dapat disimpulkan bahwa Candi Umbul bercorak Hindu, kemungkinan besar dibangun oleh Dinasti Sanjaya yang beragama Hindu, sementara Wangsa Syailendra yang juga berkuasa kala itu beragama Buddha. 

Meskipun tidak banyak struktur bangunan candi yang tersisa, kolam ini tetap menampakkan fondasi dan batu umpak berbentuk lingga yang mungkin dulunya digunakan sebagai alas tempat bertapa.

Salah satu keunikan Candi Umbul adalah air panasnya yang tidak berbau belerang, membuat pengalaman berendam di sini lebih menyenangkan. Meskipun begitu, airnya tetap kaya akan belerang yang bermanfaat untuk menyembuhkan penyakit kulit dan membantu melancarkan peredaran darah serta terapi tulang.

Pada tahun 2019, Pemerintah Kabupaten Magelang melakukan renovasi untuk mempercantik Candi Umbul, termasuk memperindah gerbang utama dan membangun sarana pendukung seperti taman, aula terbuka, dan kantin bertingkat. 

Candi Umbul tidak hanya menawarkan keindahan dan ketenangan, tetapi juga menyimpan sejarah panjang yang patut dijaga dan dilestarikan. Sebagai warisan berharga, situs ini menjadi saksi bisu perjalanan sejarah yang menakjubkan di Magelang.

(Rinda Martisa Fiorentina)

Sumber: berbagai sumber.

Editor : Iwa Ikhwanudin
#Candi Umbul #magelang #wisata magelang #candi