RADAR MALIOBORO – Yogyakarta, salah satu kota dengan berbagai kejutan yang tak ada habisnya. Mulai dari keberagaman kuliner, sejarah, hingga wisata alam, kota ini cocok untuk tempat rekomendasi liburan.
Gumuk Pasir Parangkusumo merupakan destinasi wisata di Bantul yang menawarkan pengalaman unik dan seru. Alamat lokasinya berada di Jl. Pantai Parangkusumo RT.1, Grogol 10 Pantai Parangtritis, Kecamatan Kretek, Kabupaten Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta.
Harga tiket masuk untuk kawasan area sekitar Rp.10.000 per orang. Belum termasuk biaya parkir dan fasilitas lainnya.
Gumuk sendiri memiliki arti sebuah gundukan tinggi dengan volume yang cukup banyak.
Dalam artian luas, gundukan pasir yang menyerupai bukit dengan ketinggian lumayan berlokasi di kawasan Parangkusumo. Dengan demikian istilah Gumuk Pasir Parangkusumo diciptakan.
Munculnya fenomena alam gumuk pasir ternyata jarang terjadi dunia. Hanya ada beberapa wilayah tertentu yang terdapat fenomena alam ini.
Indonesia menjadi negara yang tercatat dengan status baru oleh adanya fenomena gumuk pasir di area kawasan Parangtritis Yogyakarta.
Dikutip dari laman resmi Geopark Jogja geoparkjogja.jogjaprov.go.id, Gumuk Pasir Parangkusumo adalah rekaman gunung api tua Old Andesite Formation (OAF) dan system hidrotermal yang aktif.
Menjadi suatu fenomena geologi modern yang sangat langka, proses terbentuknya wisata gumuk pasir ternyata dipengaruhi oleh angin, Graben Bantul, Material Gunung Merapi, serta kontribusi Sungai Opak dan Sunga Progo yang membawa material sama dari Gunung Merapi.
Jam operasional destinasi Gumuk Pasir Parangkusumo dibuka setiap hari dari pukul 07.00 hingga pukul 18.00 WIB.
Berbagai penawaran aktivitas bisa pengujung lakukan dari bermain sandboarding hingga berkendara mobil jeep.
Serunya melakukan aktivitas Sandboarding tentunya menjadi salah satu daya tarik utama di kawasan Gumuk Pasir Parangkusumo. Bermain seluncur pasir di atas papan menciptakan adrenalin di dalam diri pengunjung ikut terpacu.
Meski bukan suasana salju yang didapatkan, namun aktivitas bermain papan seluncur dapat dilakukan diatas gundukan pasir.
Penyewaan papan selancar khusus dibanderol harga Rp. 70.000. Jika ingin yang lebih lengkap ditambah pemandunya, wajib membayar Rp. 100.000. Pengalaman sensasi dari bermain sandboarding menjadi terkesan dan memberikan rasa tersendiri bagi para pengunjung.
Selain itu, aktivitas lain yang bisa dilakukan adalah mengendarai sepeda motor trail. Aktivitas berkendara di area Gumuk Pasir Parangkusumo tentunya tidak mudah untuk ditaklukkan.
Namun pengujung jangan kawatir, sepeda motor trail disini sudah dimodifikasi untuk dapat berjalan lebih mudah diatas pasir.
Biasanya biaya sewa motor dipatok harga Rp. 120.000. Untuk jalannya pun pengujung harus belajar sendiri supaya berhasil menaklukkan gundukan pasir yang menjadi penghalang utama.
Kemudian aktivitas selajutnya dapat berkeliling menggunakan mobil jeep di area Gumuk Pasir Parangkusumo.
Aktivitas satu ini mengelilingi lembah hingga perbukitan pasir di area wisata. Dengan konsep berpetualang, pengunjung dikenakan tarif mulai dari Rp. 400.000 per mobinya untuk menikmati area kawasan Gumuk Pasir Parangkusumo.
Rasanya kurang lengkap jika melakukan berbagai aktivitas tanpa adanya dokumentasi foto. Di area gumuk pasir, banyak spot foto yang sudah disediakan oleh pihak setempat.
Dengan latar belakang yang mempesona, hasil foto pengunjung akan lebih indah. Seperti halnya gundukan pasir yang mirip Gurun Sahara, spot foto tumbuhan tua yang tumbang sampai adanya fenomena senja akan menambah nilai estetik dalam sebuah foto.
Fasilitas pendukung di kawasan wisata juga terbilang lengkap. Dengan adanya fasilitas toilet, lahan parkir yang luas, tempat ibadah, warung makan membuat pengunjung nyaman mengahabiskan waktu di area Gumuk Pasir Parangkusumo.
Baca Juga: PODSI Sleman Bertekad Kuatkan Sport Tourism Kolaborasi dengan Dinas Pariwisata Sleman
Tunggu apalagi, siapkan diri untuk berpetualang seru bersaman teman-teman di Gumuk Pasir Parangkusumo. Sebuah destinasi wisata yang menawarkan pengalaman tak terlupakan hingga memberi tantangan adrenaline bagi setiap pengunjung.
Penulis : Razmarita Dyasprinasti
(berbagai sumber)
Editor : Iwa Ikhwanudin