Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Kampung Sayidan: Kisah Transformasi dari Kampung Kumuh menjadi Destinasi Wisata yang Menginspirasi di Jogja

Izzatul Akmal Fikri • Selasa, 6 Agustus 2024 | 01:06 WIB
Sejarah Kampung Sayidan yang Menginspirasi  (visitingjogja.jogjaprov.go.id)
Sejarah Kampung Sayidan yang Menginspirasi (visitingjogja.jogjaprov.go.id)

Radar Malioboro - Sayidan, sebuah kawasan perkampungan di tengah Kota Yogyakarta, yang terinspirasi dari lagu "Di Sayidan" yang dipopulerkan oleh Shaggydog pada tahun 2003.

Namun saat ini kita tidak sedang membahas Shaggydog, tapi kita saat ini akan mengulas sejarah panjang kampung Sayidan, Jogja.

Kampung Sayidan terletak di wilayah Kelurahan Prawirodirjan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta. Di sebelah timur, kampung ini berbatasan langsung dengan Sungai Code, yang membelah kota Jogja.

Kampung Arab

Menurut informasi dari laman resmi Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, nama Kampung Sayidan berasal dari keberadaan komunitas Arab yang telah lama menetap di wilayah ini. Seiring dengan pertumbuhan jumlah penduduk keturunan Arab, kawasan ini kemudian dikenal dengan julukan "Kampung Arab", yang mencerminkan keragaman budaya yang berkembang di tengah masyarakat. Di kalangan lokal, penduduk Arab dan keturunannya dikenal sebagai "Sayid", mengambil inspirasi dari kata "Sayidina". Sementara akhiran "-an" dalam bahasa Jawa, yang sering digunakan sebagai penanda tempat tinggal, melengkapi makna dari nama Kampung Sayidan ini.

Pada abad ke-19, komunitas Arab di Kampung Sayidan hidup sebagai pedagang yang aktif. Keputusan ini dipengaruhi oleh lokasi strategis kampung yang berdekatan dengan pusat kota dan Pasar Beringharjo, yang pada masa itu menjadi pusat ekonomi yang sibuk dan ramai. Namun, saat ini, komunitas Arab di Sayidan
hanya menjadi kenangan belaka karena banyak dari mereka telah berpindah ke tempat lain.

Dulunya Kampung yang Kumuh

Berdasarkan penilaian lingkungan fisik yang dilakukan oleh Retta Ida Lumongga dari Badan Litbang Kementerian PUPR, Sayidan menghadapi tantangan tingkat kekumuhan yang tinggi di kawasan Prawirodirjan. Kondisi ini sebagian besar disebabkan oleh ketidakmerataan pembangunan di wilayah tersebut. Meskipun sebagian permukiman di kawasan ini telah tertata dengan baik, namun masih terdapat bagian lain yang terlihat kumuh.

Sejak tahun 2020, pemerintah telah aktif berupaya untuk mengatasi masalah kekumuhan di sepanjang bantaran Kali Code, termasuk di kawasan Sayidan. Saat ini, Sayidan telah bertransformasi dari sekadar kawasan permukiman menjadi objek wisata unik di kota Yogyakarta.

Transformasi ini tidak hanya terjadi secara fisik, tetapi juga mempengaruhi citra dan daya tarik kawasan tersebut. Kini, Sayidan menawarkan daya tarik tersendiri dengan menjadi rumah bagi beberapa landmark terkenal di kota Jogja, seperti Jembatan Sayidan, Gereja Sayidan, dan Klenteng Gondomanan, yang semuanya menjadi ikon yang memberikan karakteristik khusus pada kawasan ini.

Bertransformasi Menjadi Kampung WIsata

Kampung Wisata Sayidan, yang terletak di sepanjang bantaran Sungai Code, menawarkan pengalaman unik dengan lingkungan yang nyaman untuk jalan-jalan dan bersepeda.

Selain sebagai destinasi wisata, kampung ini aktif mengembangkan potensi ekonomi dan kreativitas masyarakat melalui berbagai kegiatan seperti pembuatan makanan tradisional, kerajinan bunga kering, tas, dan seni patung.

Festival tahunan seperti pasar tiban, festival air di Sungai Code, dan perayaan 17 Agustus sering diadakan oleh warga Kampung Wisata Sayidan, menambah warna dan kehidupan di kawasan ini.

Dengan atmosfer khas bantaran sungai dan kesempatan untuk berinteraksi langsung dengan kehidupan sehari-hari masyarakat, Kampung Wisata Sayidan menjadi destinasi yang menginspirasi dan meninggalkan kesan tak terlupakan bagi para pengunjung.
(*)
Sumber: Berbagai Sumber

Editor : Iwa Ikhwanudin
#wisata jogja #wisata #kampung #Sayidan