RADAR MALIOBORO - Situs Manusia Purba Sangiran merupakan salah satu situs arkeologi paling penting di Indonesia, yang berada di Kebayanan 1, Bukuran, Kecamatan Kalijambe, Kabupaten Sragen, sekitar 19 kilometer dari Kota Solo.
Situs ini tidak hanya berisi fosil-fosil, tetapi juga menyimpan berbagai peninggalan arkeologis dari zaman purba, seperti fosil makhluk hidup, alat-alat dari batu, dan lapisan tanah yang menggambarkan perubahan lingkungan di bumi sejak ratusan tahun yang lalu.
Seluruh peninggalan tersebut tersusun rapi di dalam Museum Sangiran, yang terletak di kawasan Situs Manusia Purba Sangiran dan terbagi menjadi lima klaster, yaitu Klaster Krikilan, Bukuran, Ngebung, Manyarejo, dan Dayu.
Baca Juga: BYD Luncurkan Minivan Terbaru Xia, Siap Tantang Toyota Alphard dengan Harga Mulai Rp 600 Jutaan
Klaster Krikilan berfungsi sebagai pusat kunjungan dan memberikan informasi lengkap tentang Situs Manusia Purba Sangiran.
Sementara itu, Klaster Bukuran menampilkan evolusi manusia dan lingkungan, serta fosil manusia purba dari Sangiran dan seluruh dunia.
Klaster Ngebung menceritakan perjalanan para peneliti dalam mengeksplorasi potensi situs ini.
Di Klaster Manyarejo, pengunjung dapat menikmati audio visual yang menggambarkan respon warga Sangiran terhadap penemuan fosil di daerah mereka.
Klaster Dayu, yang merupakan klaster kelima, menyimpan jejak kehidupan zaman purba, termasuk fosil fauna, manusia, serta kebudayaannya, hingga rekaman perubahan lingkungan.
Situs Manusia Purba Sangiran diakui dunia internasional sebagai situs penting yang memberikan informasi tentang evolusi makhluk hidup.
Pengakuan ini ditegaskan dengan penetapan Situs Sangiran sebagai warisan budaya dunia oleh UNESCO pada tahun 1996, dengan nama The Sangiran Early Man Site dan nomor registrasi 593.
Bagi masyarakat yang ingin mempelajari lebih lanjut tentang evolusi manusia, Situs Manusia Purba Sangiran buka dari hari Selasa hingga Minggu, pukul 08.00-16.00 WIB. Hari Senin digunakan untuk perawatan dan pembersihan koleksi.
Harga tiket yang ditawarkan juga terjangkau, yakni Rp15.000 per orang, sudah dapat menikmati wisata edukasi yang ditawarkan situs ini.
Editor : Winda Atika Ira Puspita