RADAR MALIOBORO – Di tengah hiruk pikuk kehidupan modern, masih ada tradisi leluhur yang tetap lestari di beberapa daerah di Indonesia. Salah satunya adalah tradisi Mandi Balimau yang berasal dari Kampar, Riau. Mandi Balimau ini bukan sekdar ritual mandi biasa, namun mengandung makna filosofi yang mendalam bagi masyakat Melayu. Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk penyucian diri sebelum memasuki bulan suci Ramadhan.
Tradisi ini sendiri juga merupakan bentuk dari rasa syukur dan perayaan datangnya bulan Ramadhan. Mandi Balimau yang ada di Kampar bernama Balimau kasai. Balimau Kasai adalah upacara adat yang dilakukan untuk menyambut bulan suci ramadhan dan dilaksanakan sehari sebelum datangnya bulan ramadhan. Balimau artinya mandi menggunakan limau dan kasai artinya membersihkan diri. Jadi upacara balimau kasai ini bertujuan untuk membersihkan diri.
Baca Juga: 7 Rekomendasi Wisata Alam di Karanganyar dan Magetan: Cocok untuk Rekreasi Keluarga, Banyak Spot Foto Dijamin Galeri HP Kamu Full!
Tradisi ini biasanya dilakukan ketika petang sebelum Ramadhan berlangsung. Dari kaum yang tua sampai kaum yang muda turun ke sungai dan mandi bersama. Balimau sendiri berasal dari bahasa ocu (bahasa Kampar). Balimau artinya membasuh diri dengan ramuan rebusan limau purut atau limau nipis. Sedangkan kasai yang bermakna lulur dalam bahasa Melayu adalah bahan alami seperti beras, kunyit, daun pandan dan bunga bungaan yang membuat wangi tubuh.
Balimau bermakna mandi menggunakan air yang dicampur jeruk limau (istilah masyarakat Kampar). Biasanya, jeruk yang digunakan adalah jeruk purut, jeruk nipis, dan jeruk kapas. Sedangkan, Kasai adalah wangi-wangian yang biasa dipakai untuk wajah atau tangan, seperti lulur.
Baca Juga: Pulau Moyo: Surga Tersembunyi di Sumbawa, Tempat Favorit Lady Diana dan Mick Jagger
Acara dilaksanakan sehari menjelang masuknya bulan puasa. Di samping sebagai luapan gembira, upacara ini merupakan simbol pembersihan diri. Balimau kasai, itu sendiri adalah mandi dengan menggunakan air yang dicampur dengan limau atau jeruk. Limau yang digunakan bermacam-macam kadang limau purut,limau nipis atau limau kapas. Balimau kasai/Mandi potang diwarnai dengan upacara adat yang mengandung nilai sakral yang unik. Acara ini dipusatkan di Desa Batu Belah yang berjarak 58 KM dari Pekanbaru.
Kebanyakan orang untuk melakukan kegiatan Balimau Kasai ini merupakan ritual wajib yang harus dilakukan. Selain mandi di sungai dengan limau yang dianggap sebagai penyucian fisik, ajang ini juga dijadikan sarana untuk memperkuat rasa persaudaraan sesame muslim dengan saling mengunjungi dan meminta maaf.
Baca Juga: Belanja Online: Mana Platform E-commerce yang Paling Sesuai dengan Kebutuhanmu?
Tradisi ini, berlangsung secara turun temurun di kalangan Melayu Riau. Tradisi dilakukan hampir di seluruh kabupaten/kota yang ada, dengan nama berbeda satu sama lain. Contohnya saja Balimau Kasai lebih dikenal oleh masyarakat Kabupaten Kampar. Di Pekanbaru, tradisi ini dinamakan Petang Megang sedangkan di Indragiri Hulu cukup dengan nama Balimau saja.
(Anissa Dewi Sartika)
Sumber: Berbagai Sumber