Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Memahami Sekaligus Melestarikan Warisan Budaya Jawa Melalui Museum Sonobudoyo Yogyakarta

Meitika Candra Lantiva • Minggu, 6 Oktober 2024 | 15:15 WIB
Museum Sonobudoyo.
Museum Sonobudoyo.

RADAR MALIOBOROR - Yogyakarta dikenal sebagai kota yang memiliki nilai-nilai budaya yang kental di dalamnya.

Salah satu destinasi wisata budaya yang patut dikunjungi adalah Museum Sonobudoyo, museum sejarah dan kebudayaan Jawa di Kota Yogyakarta.


Asal-usul nama dari museum ini juga mengandung makna tersendiri.

Nama “Sonobudoyo” berasal dari bahasa Jawa di mana terdiri dari dua kata, “sono” yang berarti warisan dan “budoyo” yang berarti budaya.

Nama ini mencerminkan visi utama museum yaitu melestarikan budaya Jawa yang kaya dan beragam.


Museum ini dibangun pada tahun 1935 atas inisiatif Sultan Hamengkubuwono VII dengan tujuan untuk menjaga, merawat, serta memamerkan benda-benda budaya yang memiliki nilai sejarah.


Museum Sonobudoyo memiliki dua unit.

Unit pertama terletak di Jalan Trikora No. 6, Yogyakarta, sementara unit kedua berada di Ndalem Cendrokiranan, Wijilan.

Kedua unit tersebut berperan penting dalam pelestarian budaya Jawa melalui pengumpulan, perawatan, serta penyajian benda-benda warisan budaya yang berjumlah kurang lebih 63.000 koleksi.

Selain itu, museum ini juga sering mengadakan pertunjukan seni, festival musik, serta pameran yang menjadi sarana edukasi bagi masyarakat luas.


Museum ini dikelola oleh Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta dan memiliki arsitektur yang mengadopsi gaya Jawa klasik.

Pengunjung dapat menikmati suasana khas Jawa saat mengunjungi Unit I yang berada di pusat Kota Yogyakarta, dekat dengan Keraton Yogyakarta dan Alun-Alun Utara.


Sementara Unit II lebih berfokus pada kegiatan penelitian dan informasi budaya.

Keberadaan museum di sekitar keraton tersebut tidak terlepas dari peran Sri Sultan Hamengkubuwono yang menyumbangkan tanah dan bangunan miliknya sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya.


Museum Sonobudoyo berdiri secara resmi pada 6 November 1935. Berdirinya museum ini tidak dapat dipisahkan dari peran Java Institut, sebuah yayasan yang bergerak dalam bidang kebudayaan di wilayah Jawa, Bali, dan Lombok. Java Institut berperan besar dalam pengumpulan benda-benda budaya yang kini menjadi koleksi museum.


Selain tempat penyimpanan benda-benda bersejarah, Museum Sonobudoyo juga berfungsi sebagai pusat penelitian dan pelayanan pustaka.

Museum ini bertujuan memberikan bimbingan edukatif kultural bagi pengunjung, terutama generasi muda agar mereka memahami pentingnya melestarikan budaya dan sejarah yang telah diwariskan oleh nenek moyang.


Koleksi-koleksi yang ada di Museum Sonobudoyo dipamerkan kepada publik setiap hari Selasa hingga Minggu dengan jam operasional dari pukul 08.00-20.00 WIB.

Dengan tiket masuk mulai dari Rp 5.000 hingga Rp 20.000, museum ini menjadi salah satu destinasi budaya yang menarik dikunjungi di Kota Yogyakarta. (Fedora Reyvi Apta Nayottama)

 

Editor : Meitika Candra Lantiva
#yogyakarta #tiket #museum sonobudoyo #jawa #sejarah #melestarikan #warisan budaya #budaya