RADAR MALIOBORO - Terletak di Kecamatan Saguling, Kabupaten Bandung Barat, Green Kenyot Cikahuripan telah menjadi destinasi wisata alam yang semakin terkenal di kalangan pelancong.
Dengan pemandangan eksotis dan keindahan alam yang begitu memukau, Green Kenyot menyajikan panorama alam yang mengingatkan pada Green Canyon yang terkenal di Amerika, namun dengan pesona khas Indonesia.
Tempat wisata ini menawarkan pemandangan tebing-tebing tinggi yang megah di sepanjang aliran Sungai Cikahuripan.
Tebing batu yang menjulang tinggi dan air sungai yang berwarna kebiruan menciptakan suasana yang tenang dan damai, sangat cocok bagi para wisatawan yang ingin melarikan diri dari kebisingan kota.
Namun, pengunjung disarankan untuk tidak datang di musim hujan, karena debit air sungai bisa tiba-tiba meningkat.
Penting juga untuk tidak datang sendirian, karena aliran air sungai dapat berubah secara drastis ketika Bendungan Saguling dibuka, membanjiri sungai dengan aliran deras.
Nama Green Kenyot sendiri berasal dari kemiripan kawasan ini dengan Green Canyon di Amerika, di mana sungai jernih mengalir dengan indah di antara tebing-tebing yang curam.
Fenomena alam yang spektakuler ini memberikan kesan tersendiri bagi para pengunjung yang ingin menikmati keindahan alam yang belum banyak terjamah.
Untuk memberikan kenyamanan lebih bagi pengunjung, Green Kenyot Cikahuripan juga menyediakan berbagai fasilitas yang lengkap.
Mulai dari rakit bagi wisatawan yang ingin menyusuri sungai tanpa berenang, hingga penyewaan pelampung bagi mereka yang lebih suka beraktivitas di air dengan aman.
Selain itu, ada juga fasilitas pemandu yang siap membantu mengarahkan perjalanan, area parkir yang luas, warung makan dengan berbagai pilihan kuliner lokal, toilet yang bersih, mushola, dan bahkan jalur sepeda bagi pengunjung yang ingin menjelajahi area sekitar dengan sepeda.
Fasilitas ini menjamin pengalaman wisata yang nyaman dan menyenangkan bagi para pengunjung.
Salah satu daya tarik unik di Green Kenyot adalah keberadaan tiga mata air yang masing-masing memiliki karakteristik rasa yang berbeda.
Mata air ini juga mengalami perubahan warna menjadi merah setiap bulannya, yang dipercaya berkaitan dengan mitos lokal tentang siklus menstruasi wanita.
Mata Air Ibu memiliki rasa manis, Mata Air Bapak rasanya pahit, dan Mata Air Sumur rasanya mirip air mineral biasa.
Fenomena ini menjadi daya tarik tersendiri, menjadikan kunjungan ke Green Kenyot bukan hanya sekedar wisata alam, tetapi juga pengalaman yang penuh misteri dan cerita budaya.
Konon, sumber air di Sungai Cikahuripan juga dianggap sakral oleh penduduk setempat.
Banyak masyarakat yang datang untuk melakukan ritual, membawa harapan dan permohonan agar keinginan mereka cepat terlaksana.
Tradisi ini menjadikan Green Kenyot bukan hanya sekedar objek wisata alam, tetapi juga memiliki nilai spiritual yang mendalam bagi penduduk sekitar.
Pengunjung yang tertarik dengan kebudayaan dan kepercayaan lokal dapat merasakan nuansa sakral dari tempat ini, sembari menikmati keindahan alamnya.
Untuk memasuki kawasan Green Kenyot, wisatawan hanya dikenakan tiket masuk sebesar Rp 25.000, dan sudah bisa menikmati berbagai keindahan yang ditawarkan, termasuk fasilitas rakit yang dapat digunakan untuk menyusuri sungai sambil menikmati panorama alam sekitarnya.
Green Kenyot Cikahuripan buka setiap hari dari pukul 06.00 hingga 18.00 WIB, sehingga wisatawan dapat menjelajahi kawasan ini dengan nyaman sepanjang hari.
Editor : Winda Atika Ira Puspita