Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Menguak Warisan Sejarah Sunda di Museum Sri Baduga: Perpaduan Tradisi dan Modernitas di Bandung

Izzatul Akmal Fikri • Rabu, 9 Oktober 2024 | 18:38 WIB
Menelusuri sejarah Sunda di Museum Sri Baduga.
Menelusuri sejarah Sunda di Museum Sri Baduga.

RADAR MALIOBORO - Kota Bandung tidak hanya dikenal dengan keindahan alam dan kulinernya, tetapi juga kaya akan sejarah dan budaya.

Salah satu destinasi yang menawarkan perjalanan menyeluruh ke masa lalu budaya Sunda adalah Museum Sri Baduga, yang terletak di Jalan BKR No.185, dekat dengan Taman Tegallega.

Museum ini merupakan pusat edukasi sejarah dan budaya Sunda yang penting, serta menjadi kebanggaan bagi masyarakat Bandung.

Museum Sri Baduga, yang awalnya dikenal sebagai Museum Negeri Provinsi Jawa Barat, diresmikan pada 5 Juni 1980 oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Dr. Daoed Joesoef, bersama Gubernur Jawa Barat, H. Aang Kunaefi.

Nama "Sri Baduga" sendiri diambil dari nama salah satu raja besar Kerajaan Pajajaran, Sri Baduga Maharaja, yang memimpin kerajaan terbesar dan terakhir di Tanah Sunda.

Penamaan ini bertujuan agar masyarakat lebih mengenal warisan besar kerajaan Sunda melalui museum ini.

Bangunan museum didesain dengan perpaduan arsitektur tradisional Sunda dan sentuhan modern.

Atap suhunan panjang, yang sering terlihat pada rumah panggung khas Sunda, mencerminkan kesederhanaan dan keharmonisan budaya lokal.

Bagian-bagian museum dihiasi dengan ukiran kayu dan bambu, sementara Bale, sebuah bangunan khas Sunda yang biasa digunakan sebagai tempat pertunjukan seni dan budaya.

Namun, tidak hanya tradisi yang menonjol, museum ini juga menawarkan kesan modern dengan penggunaan jendela kaca besar yang membiarkan cahaya alami masuk, memberikan kesan luas dan nyaman bagi para pengunjung.

Museum Sri Baduga menampung berbagai koleksi yang mencerminkan kekayaan budaya dan sejarah Sunda, mulai dari zaman prasejarah hingga masa kolonial.

Koleksinya mencakup artefak, lukisan, pakaian tradisional, senjata kuno, alat musik, dan berbagai karya seni berharga.

Beberapa barang bersejarah yang ada di museum berasal dari sumbangan para kolektor dan seniman, termasuk prasasti dari kerajaan Sunda.

Salah satu penemuan terbaru yang memperkaya koleksi museum adalah bokor emas yang ditemukan oleh seorang petani di Cirebon.

Bokor emas ini merupakan wadah peninggalan kerajaan kuno, digunakan dalam ritual kerajaan untuk menyimpan buah atau sesaji.

Dengan ukiran motif daun, bunga, dan lengkungan garis, bokor ini menjadi salah satu koleksi paling berharga di Museum Sri Baduga.

Museum ini juga dilengkapi dengan berbagai fasilitas, seperti amfiteater untuk pertunjukan seni, galeri seni, toko oleh-oleh, restoran, dan musala.

Fasilitas yang lengkap ini menjadikan Museum Sri Baduga tempat yang ideal bagi pelajar, mahasiswa, peneliti, hingga wisatawan umum yang ingin mendalami sejarah Sunda.

Sebagai salah satu ikon sejarah dan budaya di Jawa Barat, keberadaan Museum Sri Baduga memiliki peran yang sangat penting.

Tidak hanya sekedar menyimpan barang-barang antik, museum ini berfungsi sebagai jembatan antara generasi saat ini dengan warisan masa lalu.

Maka dari itu, penting bagi masyarakat untuk menjaga dan merawat museum ini agar tetap lestari dan menjadi kebanggaan bagi Kota Bandung serta Indonesia secara keseluruhan.

Editor : Winda Atika Ira Puspita
#sunda #kota bandung #warisan #Museum Sri Baduga #wisata museum #wisata bandung #barang bersejarah