RADAR MALIOBORO - Tari Gandrung telah menjadi ikon budaya Kabupaten Banyuwangi, Jawa Timur, sejak ratusan tahun silam.
Tarian ini awalnya dipentaskan sebagai ungkapan rasa syukur atas hasil panen dan kini sering ditampilkan dalam berbagai acara penting di daerah yang dikenal sebagai ‘The Sunrise of Java’.
Salah satu langkah untuk melestarikan tarian ini adalah pembangunan Taman Gandrung Terakota, destinasi unik yang menggabungkan seni, budaya, dan alam Banyuwangi.
Dibangun di atas lahan seluas 3 hektar, Taman Gandrung Terakota menampilkan 1.000 patung penari Gandrung yang terbuat dari terakota.
Patung-patung tersebut tersebar di beberapa area seperti persawahan, amfiteater terbuka, dan taman.
Pembangunan patung ini terinspirasi oleh patung prajurit Terracotta Warriors di China, dan melibatkan seorang kurator seni rupa ternama, Dr. Suwarno Wisetrotomo, dari Galeri Nasional Indonesia.
Lokasi taman ini, yang terletak di kaki Gunung Ijen, juga menyuguhkan panorama perbukitan hijau dan pemandangan sawah yang memukau.
Berlokasi di Dusun Blimbingsari, Desa Tamansari, Kecamatan Licin, Taman Gandrung Terakota berjarak sekitar 17 kilometer dari pusat kota Banyuwangi.
Tempat wisata ini buka setiap hari, kecuali Sabtu, dari pukul 06.00 hingga 22.00 WIB, dengan pertunjukan mini Tari Gandrung yang dapat dinikmati setiap Jumat hingga Minggu pada pukul 10.00 hingga 15.00 WIB.
Tiket masuk ke taman ini dibanderol Rp100.000, sudah termasuk paket tur dan makanan.
Bagi wisatawan yang ingin mengunjungi Taman Gandrung Terakota, ada beberapa rute yang bisa dipilih sesuai dengan titik keberangkatan, seperti dari pusat kota Banyuwangi, Bandara Banyuwangi, atau Stasiun Banyuwangi Kota.
Di dalam taman, pengunjung tidak hanya bisa menyaksikan mini show Tari Gandrung, tetapi juga menikmati Sendratari Meras Gandrung, sebuah pertunjukan ritual yang diadakan setiap bulan sebagai tanda kelulusan penari Gandrung muda.
Selain itu, taman ini menawarkan banyak spot foto menarik dengan latar patung-patung penari yang tersebar di seluruh area.
Tak hanya pertunjukan, pengunjung juga bisa bersantai di kafe Java Banana dan Roemah Tjokelat yang menawarkan beragam minuman dan makanan ringan. Ada juga Roemah Oleh-Oleh yang menjual cinderamata khas Banyuwangi.
Fasilitas di Taman Gandrung Terakota tergolong lengkap, termasuk amfiteater terbuka berkapasitas 700 orang, galeri seni, restoran, toko oleh-oleh, musala, serta area parkir yang luas.
Bagi wisatawan yang hendak berkunjung, dianjurkan untuk mengenakan pakaian dan alas kaki yang nyaman, menjaga kebersihan lingkungan, serta mengikuti peraturan yang berlaku demi keamanan dan kenyamanan bersama.
Dengan paduan seni, budaya, dan alam, Taman Gandrung Terakota menjadi destinasi yang tak boleh dilewatkan saat berada di Banyuwangi, menawarkan pengalaman liburan yang sarat makna dan keindahan.
Editor : Winda Atika Ira Puspita