Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Bukan untuk Kaum Lemah, Touring 76 Jogja-Guci Penuh Tantangan Sisakan Banyak Pengalaman

Heru Pratomo • Senin, 14 Oktober 2024 | 17:27 WIB
Wisata Guci Tegal
Wisata Guci Tegal

 

RADAR MALIOBORO - Bagi yang biasa touring dengan motor, perjalanan 200 kilometer lebih dari Jogja ke objek wisata Guci di Kecamatan Bumijawa, Tegal, Jawa Tengah mungkin tak masalah. Tapi berbeda jika pelaku touring adalah para jurnalis. 

 

Meski naik motor adalah pekerjaan tiap hari saat liputan, tapi perjalanan jauh dengan mengendarai motor bukan perkara mudah. Hal itulah yang dirasakan para peserta Media Touring 76 yang digelar Forum Jurnalis Jogja (FJ2) pada Sabtu-Minggu (12-13/10). Kali pertama touring menempuh perjalanan Jogja-Guci. Ada yang sudah berpengalaman. Tapi mayoritas pemula.

 

Perjalanan sepuluh jurnalis tersebut dimulai pada Sabtu siang (12/10). Berkumpul di food court Denggung Sleman. Dimulai dengan berdoa, perjalanan melalui kawasan Candi Borobudur - Sapuran - Wonosobo - Banjarnegara - Purbalingga hingga finish di Hotel Gulala Guci Tegal.

Baca Juga: Pengaruh Budaya Barat di Indonesia: Begini Dampak Positif dan Negatifnya

Baca Juga: Politikus Asal Maluku Utara, Benny Laos Meninggal dalam Kecelakaan Terbakarnya Speedboat

Karena banyak yang pemula, sengaja touring berjalan santai. Dengan menikmati pemandangan selama perjalanan. Termasuk berhenti di rest area Silastri di Kepil, Wonosobo. Sambil melepas lelah, juga menikmati rokok Djarum 76 dan Pop Mie dengan view persawahan. Dirasa cukup, perjalanan dilanjutkan kembali.

 

Karena memang masih pemula dalam touring jarak jauh, ada saja kendala dalam perjalanan. Termasuk kendaraan yang harus diperbaiki di bengkel di kawasan Banjarnegara. Tapi dengan semangat kebersamaan semua sepakat untuk menunggu dan berangkat bersama-sama. "Yang penting semua selamat dalam perjalanan," tegas wartawan senior Sugiarto yang didapuk sebagai pemimpin touring FJ2.

 

Meski kondisi tersebut berpengaruh pada waktu. Ya selepas Purbalingga akan naik ke kawasan Guci, waktu sudah malam hari. Ditambah lagi kondisi mulai hujan. Setelah berhenti sebentar untuk mengenakan jas hujan dari Eiger, perjalanan paling menantang dalam pengalaman para jurnalis ini dimulai. 

Baca Juga: Viral! Pemuda Ngaku Tiktokers, Borong Belanjaan Tapi Tidak Bisa Bayar – Begini Tanggapan Netizen!

Baca Juga: Masih Bingung Mau Liburan ke Mana Akhir Tahun? Berikut, Beberapa Rekomendasi Tempat Libuan Akhir Tahun yang Menyenangkan

Dalam kondisi malam, minim penerangan jalan dan hujan, harus melalui jalan yang relatif terus menanjak. Tak hanya itu jalan yang relatif sempit itu pun harus dilalui dengan turunnya kabut tebal. Dengan pandangan yang terbatas harus berhati-hati dalam berjalan. Akhirnya semua rombongan bisa melaluinya dan sampai ke tujuan. Tak heran jika normalnya hanya butuh lima sampai enam jam dari Jogja ke Guci, perjalanan FJ2 butuh waktu hampir sepuluh jam. "Tak masalah, bukan waktu yang dikejar, tapi pengalaman dan kebersamaan selama perjalanan,' kata Sugiarto.

 

Setelah bermalam dan sarapan di Gulala Azana Hotel & Resort , Touring 76 yang juga didukung Telkomsel, Indofood, Gee Batik, Eiger dan Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (APPMI) dilanjut dengan mengeksplorasi wisata air panas Guci. Tujuannya adalah pancuran 13. Bersamaan dengan hari libur, banyak wisatawan lokal yang juga datang untuk berendam.

 

Dirasa cukup, perjalanan pulang ke Jogja dimulai. Sengaja memilih jalur berbeda dengan saat berangkat. Perjalanan pulang melalui jalur selatan. Setelah sampai Banjarnegara berbelok ke selatan. Ke arah Waduk Sempor di Kebumen. Kemudian ke selatan kembali melalui jalur Daendels. Hingga sampai di Jogja. "Pengalaman yang harus diulang kembali," tegas peserta Touring 76 M. Hasan.

Editor : Heru Pratomo
#tegal #perjalanan #guci #touring #jurnalis #jogja