Ekonomi Teknologi Lifestyle Lesehan Pendidikan Sport Pemerintahan Politik Parliament Hukum Sejarah Internasional

Mengenal Kreativitas Masyarakat Desa Wisata Tepus yang Kaya akan Kerajinan dan Pesona Alamnya yang Memukau

Iwa Ikhwanudin • Kamis, 24 Oktober 2024 | 13:10 WIB
Ilustrasi Desa Wisata Tepus, Gunungkidul, Yogyakarta (Website resmi Kalurahan Tepus)
Ilustrasi Desa Wisata Tepus, Gunungkidul, Yogyakarta (Website resmi Kalurahan Tepus)

RADAR MALIOBORO - Dewi Kampus (Desa Wisata Madani Tepus) merupakan desa wisata yang teletak di Kalurahan Tepus Kabupaten Gungkidul. Desa ini menawarkan paket wisata berbasis budaya. Wisatawan yang berkunjung akan diajak berkeliling desa untuk melihat berbagi potensi alam maupun buatan.

Desa Wisata Tepus pernah masuk sebagai 50 besar wisata terbaik Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) pada tahun 2022, hal ini dikarenakan salah satu kerajinan peraknya yang unik. Desa Wisata Tepus, berjarak 70 kilometer dari Kota Yogyakarta. Di Kelurahan Tepus terdapat 12 pantai, yang dapat dikunjungi oleh wisatawan. Enam di antaranya dikenal dengan sebutan pantai perawan, karena masih sepi dan belum diketahui banyak orang.

Tidak hanya unggul dengan potensi wisata berbasis alam, Desa Wisata Tepus juga kaya akan daya tarik lainnya.Beberapa di antara adalah kesenian dan budaya, yang terus dipelihara seperti seni Jathilan, seni Ketoprak, Karawitan, Rasulan, Bersih Telaga, Kenduri, Kirim Dowa, Nglengani Pari, Pasang Gawar dan Larungan.

Adapun beberapa potensi pariwisata yang dimiliki oleh Desa Wisata Tepus, sebagai berikut:

1. Kerajinan Perak Sebagai Pembangkit Ekonomi
Salah satu pembangkit ekonomi desa tepus adalah kerajinan perak. Kerajinan perak disini memiliki desain unik yang dibuat seperti cincin, bros, gantungan kunci, miniatur sepeda, miniatur vespa dan lain sebagainya. Saat ini, sudah ada 34 kelompok kerja di desa wisata tepus, yang terdiri dari 153 pengrajin laki-laki dan perempuan. Kerajinan peraknya mempertahankan metode tradisional dalam pembuatannya, terutama ukiran tangannya. Hasil kerajinan kemudian diekspor ke luar negeri dengan negara tujuan Kanada, Turki, Dan Australia.

2. Batik Asli Desa Tepus
Desa wisata tepus memiliki batik bermotif unik yang dinamai cipto samudro. Corak batik ini, terinspirasi dari hasil laut tepus yang melimpah serta alamnya yang indah. Oleh karena itu,pada batik ini terdapat motif lobster, ikan, dan kepiting. Para pengrajin batik cipto samudro juga berinovasi mengubah perspektif masyarakat yang menggaanggap batik hanya bisa digunakan untuk acara formal dengan mendesain batik menjadi lebih trendi dan menjadikannya sebagai bahan untuk produk yang bisa dipakai sehari-hari.

3. Kampung Bonsai yang Berkelanjutan
Kampung bonsai berawal dari kejenuhan warga desa saat pandemi covid-19 pada awal tahun 2020. Banyak wisatawan yang datang ke kampung bonsai untuk memepelajari berbagai jenis dan teknik perawatan bonsai di Desa Tepus ini. Uniknya, bonsai disini menggunakan limbah arang sebagai media tanam yang efektif berfungsi sebagai penyangga. Kampung Bonsai juga memiliki aturan bahwa apabila warga mengambil material bonsai di alam, maka harus mengimbanginya dengan melakukan penanaman kembali sebagai upaya menjaga kelestarian alam Desa Wisata Tepus.

4. Pathilo, Kuliner Khas Tepus
Pathilo yang berarti pathi(sari) dan lo berarti telo (singkong) menjadi kesukaan banyak orang, termasuk wisatawan yang datang ke Desa Wisata Tepus untuk dijadikan oleh-oleh. Bentuknya bulat dengan rasa gurih dan renyah sangat cocok dinikmati saat bersantai. Sebagai penghasil singkong terbesar di Yogyakarta, masyarakat Desa Wisata Tepus berhasil mengolah singkong menjadi olahan yang bernilai tinggi.

5. Pesona Alam yang Memacu Adernalin
Pesona lainnya di desa wisata tepus adalah uji adernalin. Dimana para wisatawan diuguhkan dengan satu aktivitas, yakni berkeliling desa menaiki jeep wisata menyusuri jalan setapak yang melintasi beberapa pantai, seperti pantai watune, yang berada dibawah tebing menjulang tinggi, dan pantai watub lawang, yang memiliki panorama yang masih sangat alami. Paket wisata ini termasuk mengunjungi pengrajin perak surya silver, pengrajin batik, kampung bonsai, dan rumah pemberdayaan bagi anak luar biasa.

Yuk, kunjungi tempat wisata ini jika kamu sedang berada di Jogja atau sedang berlibur. Untuk mengunjungi pantai ini, wisatawan hanya dikenakan biaya retribusi Rp10.000.

(Dia Daiyanti)

Sumber: berbagi sumber

Editor : Iwa Ikhwanudin
#desa wisata #gunungkidul #pantai #Tepus