RADAR MALIOBORO - Kertoembo adalah kampung di pedalaman wilayah Madiun, Jawa Timur.
Perlu keberanian dan kesabaran untuk menjejakan kaki di tanah Kertoembo yang asri.
Keberadaannya sangat tersembunyi, perlu menyingkap bukit-bukit tinggi supaya dapat bertegur sapa dengannya.
Gunung WIlis terkenal berdiri gagah di sisi Kampung Kertoembo yang menjadi penyebab tempat ini minim pencahayaan matahari, hanya sekitar pukul 9 pagi hingga 3 sore saja matahari bisa menjelajahi sinarnya di Kampung Kertoembo.
Hal ini benar adanya, karena Kertoembo berada di lembah, dikelilingi bukit-bukit yang lebat akan pepohonan.
Untuk mendatangi Kertoembo kita perlu menghabiskan perjalanan panjang dari kota Madiun sekitar kurang lebih satu jam, dengan menjelajahi jalanan pedesaan dan perkebunan masyarakat.
Ketika tiba di jalan perkebunan, rintangan selanjutnya adalah mengendarai kendaraan dengan aman melewati kondisi jalan yang tersusun dari bebatuan.
Semakin mendekati kampung, kita akan menyadari bahwa saat itu sedang berkendara di jalan di tebing curam dengan pemandangan lembah yang indah, karena tubuhnya yang tidak hanya hijau, tapi terdapat bunga berwarna merah yang kontras dengan warna menenangkan dari dedaunan.
Ada juga perjalanan yang semakin dekat akan menyuguhkan pemandangan kebun kopi Kandangan, dan pohon-pohon kopi akan menyambut kedatangan saat tiba di perkemahan Kertoembo.
Saat itulah kita melihat aliran sungai dari air terjun Kertoembo, melewati jembatan kayu dengan tumbuhan bunga di awal dan akhirnya.
Sampailah pada perkampungan tenang yang sekarang tidak ditinggali sebagai hunian tetap.
Kita akan dibuat penasaran dengan Kampung Kertoembo yang memiliki sekitar dua rumah kayu di dekat area perkemahan, dan satu rumah kayu di dekat bukitnya.
Masing-masing rumah itu hanya ditinggali sebentar sebagai tempat rehat dan menyimpan hasil perkebunan bagi beberapa warga.
Cerita yang beredar menyebutkan bahwa rumah kayu di dekat bukit merupakan rumah orang Belanda yang dulu menjadi pemilik perkebunan kopi Kandangan.
Menjelajahi Kampung Kertoembo semakin dalam, tempat ini juga digunakan masyarakat untuk memelihara hewan ternak.
Ada banyak kandang-kandang kayu yang menjadi rumah para kambing.
Kita dapat memuaskan rasa ingin tahu dengan mendaki bukit melalui jalan setapak kecil yang diapit oleh pepohonan di bibir tebing dan dataran tinggi yang diatasnya adalah hutan.
Semakin tinggi bukit yang diraih, semakin cantik pemandangan.
Menariknya wilayah yang curam ini justru menjadi tempat para bapak-bapak mengumpulkan pakan ternak.
Apabila berniat untuk bermalam di Kampung Kertoembo, sebaiknya gunakan pakaian hangat, kaus kaki, dan selimut tebal.
Ketika mulai malam, udara semakin dingin, terutama subuh hingga pagi hari.
Meski demikian, pada waktu-waktu inilah aliran sungai akan deras dan membuat kita seakan mendengar hujan.
Kertoembo adalah kampung kecil yang menjadi persinggahan sementara masyarakat sekitar selama mencari nafkah, entah dengan berburu, memetik hasil kebun, ataupun memberi pakan ternak.
Tempat berada di lembah gunung Wilis yang membuatnya sejuk dan mendapatkan akses terbatas terhadap sinar matahari.
Perjalanan mampir kepadanya terbilang sulit, tapi disuguhi pemandangan alam yang cantik dengan keasriannya.
(Marina Juliana; berbagai sumber)
Editor : Iwa Ikhwanudin